Kisah Pertama Warga Merasakan Syahdu dan Indahnya Idulfitri di Masjid Istiqlal

  • 21 Mar 2026 13:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mugianti menyebut salat Idulfitri di Istiqlal sebagai pengalaman pertama yang sangat berkesan dan menyentuh hatinya
  • Ia menilai perayaan Idulfitri di Indonesia terasa lebih hangat dan menghadirkan perasaan pulang dibanding luar negeri

SAAT fajar menyingsing, Mugianti, seorang warga Kebumen, menapaki pelataran Masjid Istiqlal Jakarta dengan antusias dan haru. Ia datang sejak pagi hari demi merasakan pengalaman salat Idulfitri berbeda, yang belum pernah dialami sebelumnya.

Suasana masjid begitu ramai, suara takbir bergema dari berbagai penjuru menambah semarak Lebaran yang penuh makna. Jemaah tampak khusyuk salat berjamaah, menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan di hari kemenangan umat Muslim.

Mugianti tersenyum sambil menyaksikan jemaah dari berbagai daerah berkumpul, berbagi kegembiraan dan rasa syukur yang mendalam.

Setiap detik di Masjid Istiqlal baginya menjadi kenangan tak terlupakan, meninggalkan pengalaman spiritual yang penuh kesan mendalam.

Sementara itu, Mugianti mengungkapkan, berangkat dari tempt tinggal di Jakarta, sejak pukul 05.00 WIB meski sempat mengalami kendala saat memesan transportasi menuju lokasi ibadah. Ia baru mendapatkan kendaraan sekitar pukul 05.30 WIB, setelah menunggu cukup lama akibat tingginya permintaan layanan.

Mugianti menjelaskan bahwa meskipun berasal dari Kebumen, kesehariannya saat ini lebih banyak dihabiskan di wilayah Jakarta Selatan. Mugianti datang seorang diri ke Masjid Istiqlal, namun telah berjanji untuk bertemu dengan teman di lokasi tersebut.

Pengalaman salat Idulfitri di Masjid Istiqlal ini menjadi yang pertama baginya dan memberikan kesan yang sangat luar biasa. Ia menyebut momen tersebut sebagai pengalaman terbaik karena sebelumnya ia lebih sering merayakan Lebaran di kampung halaman atau luar negeri.

“Karena sebelumnya aku belum pernah juga lebaran di Jakarta, seringnya di kampung atau di luar negeri, gitu. Jadi kayak the best experience ever (pengalaman terbaik),” ujarnya kepada RRI di halaman Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu, 21 Maret 2026.

Mugianti menjelaskan, keputusannya datang ke Istiqlal berawal dari ajakan sederhana bersama temannya untuk mencoba sesuatu yang berbeda tahun ini. Ia merasa pengalaman tersebut sangat berkesan hingga menyentuh hatinya dan membuatnya bersyukur dalam suasana yang syahdu.

Menurutnya, meskipun suasana di Masjid Istiqlal sangat ramai, hal itu justru menjadi daya tarik tersendiri yang membuatnya ingin kembali lagi. Ia menilai momen Lebaran di Jakarta sebagai pengalaman unik yang layak dicoba, terutama bagi yang jarang merasakannya.

“Menurut aku justru karena jarang-jarang di Indonesia, khususnya di Jakarta, dan lebaran di Jakarta. Jadi itu menurut aku kayak momen unik, kayak menikmati keindahan Jakarta, keindahan Indonesia sendiri di momen ini,” ucapnya.

Mugianti juga membandingkan perayaan Idulfitri di Indonesia dengan luar negeri yang pernah dikunjungi seperti Singapura, Belanda, dan Thailand. Ia merasakan suasana Lebaran di Indonesia lebih hangat dan menenangkan karena memberikan perasaan pulang ke rumah dibandingkan pengalaman di luar negeri.

“Jadi menurut aku tuh lebih kayak this is my home (ini rumahku), gitu kan. Jadi lebih kayak reelingnya (perasaan/red) itu kayak lebih adem aja,” katanya.

Perayaan Idulfitri di tanah air selalu menghadirkan kebersamaan dan rasa syukur yang hangat bagi seluruh masyarakat. Suasana khidmat dan penuh sukacita meninggalkan kesan mendalam bagi setiap jamaah, terutama yang datang ke Masjid Istiqlal, kebanggaan umat Muslim Indonesia, ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....