Pemberian Susu pada PMT Posyandu Dorong Tumbuh Kembang Balita

  • 28 Feb 2026 10:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Bekasi - Pagi itu gedung sekretariat RW 15 Kayuringin Jaya dipenuhi suara riang dan tangisan balita. Beberapa balita menempel di pangkuan ibunya, sebagian lain menapakkan kaki kecil mereka di lantai sambil mencoba berjalan.

Kehadiran mereka bukan sekadar rutinitas bulanan. Posyandu menjadi ruang penting memantau tumbuh kembang anak sejak dini.

Di meja pendaftaran, kader posyandu tersenyum hangat sambil mencatat data di buku KIA berwarna merah muda. Timbangan gantung berayun pelan, menandai awal penimbangan balita.

Tangisan kecil terdengar. Namun cepat reda dalam dekapan ibunya.

Kader posyandu mencatat data di buku KIA berwarna merah muda. (Foto: RRI/Rini Hairani)

Di meja lain, kader Posyandu mencatat angka berat dan tinggi badan. Grafik pertumbuhan diperiksa teliti untuk memastikan anak berkembang sesuai usianya.

Setelah pengukuran, momen paling ditunggu tiba yakni, pembagian PMT atau Pemberian Makanan Tambahan. Kali ini paket itu dilengkapi susu bergizi ‘pahlawan kecil’ yang bisa mendukung tulang dan otot anak tumbuh kuat.

Wahyuni, Ketua Posyandu Anyelir RW 15 mengatakan, setiap bulan, balita mendapatkan PMT, makanan tambahan yang menyehatkan. Menurutnya, susu dalam PMT bermanfaat meningkatkan asupan protein, kalsium, dan vitamin untuk pertumbuhan tulang dan otot anak.

“Untuk PMT susu itu kami berkala, bisa berupa susu dengan biskuit, atau susu dengan telur, atau pisang dan bubur kacang hijau. Kita memberikan PMT, makanan tambahan untuk balita setiap bulan sekali,” kata Wahyuni kepada RRI.co.id, di lokasi, Kamis, 26 Februari 2026.

Kader posyandu memberikan penyuluhan soal pentingnya susu bagi anak. (Foto: RRI/Rini Hairani)

Selain susu, paket PMT juga bisa berisi bubur kacang hijau dan telur rebus. Semua dikemas agar anak mendapat gizi seimbang setiap bulan.

“Dengan susu ini, anak-anak dapat tambahan energi dan gizi. Di mana mungkin sulit terpenuhi dari makanan sehari-hari,” ujarnya.

Adapun dana untuk PMT tidak berasal dari sumbangan sukarela, melainkan subsidi dari pengurus RW. Setiap bulan, sebesar Rp200 ribu diberikan untuk menyiapkan makanan tambahan ini.

“Jadi bergilir, 200 ribu itu kita berikan kepada PKK RT. Mulai dari RT 1 sampai RT 6, lalu balik lagi ke RT 1 dan seterusnya,” ujarnya.

Kegiatan posyandu juga didukung Bantuan Operasional Posyandu dari pemerintah Kota Bekasi. Dana ini diberikan sebesar satu juta rupiah per bulan untuk tiap posyandu.

Selama satu tahun, setiap posyandu menerima total 12 juta rupiah. Dana itu digunakan untuk operasional dan tambahan kegiatan posyandu, termasuk edukasi gizi.

Kader posyandu memberikan PMT berisi susu, biskuit, dan telur rebus kepada balita. (Foto: RRI/Rini Hairani)

Pemberian susu secara sukarela juga mendapat respon positif. Orang tua melihatnya sebagai dukungan tambahan gizi yang nyata dan praktis.

Seorang warga, Ibu Umar mengapresiasi pemberian susu dalam PMT yang dilakukan Posyandu Anyelir RW 15. Menurutnya, dengan adanya susu di dalam PMT sangat bermanfaat bagi balita.

“Bagus, membuat balitanya lebih sehat. Susu yang dibagikan juga membantu pertumbuhan anak,” kata Ibu Umar.

Senada, Ria, salah satu pengunjung posyandu menilai, pemberian susu sangat efektif. “Anak-anak lebih suka susu daripada kacang hijau, jadi memang sebaiknya susu saja,” ujarnya.

Ria menjelaskan susu PMT membantu menambah asupan gizi anak. Nutrisi seperti protein, kalsium, dan vitamin penting untuk pertumbuhan tulang dan daya tahan tubuh.

Menurutnya, susu lebih mudah diterima balita dibandingkan makanan lain. Banyak anak yang enggan makan kacang hijau atau camilan lain, tapi lahap minum susu.

“Karena emang anak-anak lebih sukanya susunya daripada kacang hijau kan banyak tidak keminum dan tidak kemakan. Jadi memang sebaiknya susu aja kalau untuk anak-anak,” kata Ria.

Tim medis memberikan penyuluhan dan membuka konsultasi kesehatan di Posyandu Anyelir RW 15, Kayuringin Jaya. (Foto: RRI/Rini Hairani)

Suasana riang terlihat saat anak-anak minum susu bersama teman-temannya. Tangisan berubah menjadi tawa, menandakan PMT berhasil meningkatkan minat anak terhadap gizi.

Orang tua pulang membawa catatan kesehatan dan PMT. Posyandu tidak hanya memeriksa tumbuh kembang, tetapi juga memastikan anak-anak menerima asupan gizi tambahan yang penting.

Program susu PMT di posyandu menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah dan masyarakat. Anak-anak mendapat dukungan gizi praktis, rutin, dan menyenangkan.

Rekomendasi Berita