Di Balik Seragam, Satpol PP Jaga Warga dari Banjir

  • 24 Jan 2026 14:01 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Air naik perlahan yang menggenangi jalanan Halim Perdanakusuma. Di tengah kecemasan warga, sosok berseragam cokelat tetap berdiri menjaga.

Sejak Jumat 23 Januari 2026 pagi, Satpol PP Kelurahan Halim Perdanakusuma turun ke lokasi banjir. Sepuluh personel dikerahkan untuk berjaga dan membantu evakuasi warga.

Mereka menyusuri gang sempit yang terendam, memastikan tak ada warga tertinggal. Tangisan anak-anak dan suara air menjadi latar tugas kemanusiaan itu.

Kepala Satpol PP Kelurahan Halim Perdanakusuma, Rifani, mengingat momen tersebut dengan nada tenang. Baginya, keselamatan warga adalah prioritas utama.

“Untuk Satpol PP, kita membawakan 10 orang. Alhamdulillah kita melakukan penjagaan, membantu warga untuk evakuasi," kata Rifani ditemui RRI.co.id, di lokasi, Sabtu, 24 Januari 2026.

Tugas belum usai saat hujan berhenti dan air mulai surut. Pada Jumat malam, personel kembali dikerahkan memastikan wilayah aman.

Pagi harinya, mereka kembali ke lapangan sejak pukul 07.00 WIB. Lumpur, sampah, dan sisa banjir dibersihkan bersama warga.

Satpol PP tak lagi sekadar aparat penegak aturan. Mereka menjadi rekan kerja warga, mengangkat lumpur, dan mengumpulkan sampah.

Rifani mengatakan, penanganan kini hampir rampung dan terkendali. Ia memastikan, kerja lapangan berjalan baik berkat kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, sinergi menjadi kekuatan utama penanganan banjir di sebuah wilayah.“Semua berjalan lancar karena kerja sama RT, RW, FKDM, Binmas, Babinsa,” ujarnya.

Hujan deras yang mengguyur sejak sebelumnya akhirnya berhenti. Air yang memenuhi jalan dan rumah warga berangsur turun, meninggalkan lumpur dan sisa-sisa banjir.

Kepala Satpol PP Kelurahan Halim Perdanakusuma Rifani saat ditemui di posko banjir Kelurahan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu, 24 Januari 2026 (Foto: RRI/Sasa Haniyah)

Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan Kelurahan Halim, Iin Nur Aida mengatakan, surutnya banjir membawa kelegaan. Warga yang mengungsi mulai kembali menapaki rumah mereka.

Sejumlah pengungsi yang bertahan di kantor kelurahan pulang satu per satu. Mereka membawa harapan, meski rumah masih basah dan berantakan.

Sejak Sabtu, 24 Januari 2026 pagi, Kelurahan Halim Perdana Kusuma kembali hidup. Seluruh pengungsi telah pulang dan langsung membersihkan tempat tinggalnya.

Petugas pengangkut sampah turut membantu membersihkan lumpur dan material banjir. Suara sapu dan sekop menggantikan derasnya air semalam.

“Alhamdulillah pengungsi sudah kembali. Warga pun langsung membersihkan rumah masing-masing," ujarnya.

Selama banjir, sekitar 30 jiwa mengungsi di kantor kelurahan. Sementara itu, mushola setempat menampung sekitar 50 hingga 60 jiwa.

Hampir seluruh wilayah kelurahan terdampak genangan. Hanya RW 8 dan beberapa RT yang dilaporkan luput dari banjir.

Bagi warga Halim Perdanakusuma, banjir bukan hanya soal air yang datang tiba-tiba. Banjir merupakan ujian kesabaran, sekaligus pengingat arti kebersamaan.

Saat air surut, luka memang tersisa. Namun dari lantai yang dibersihkan bersama, harapan kembali mengalir pelan-pelan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....