Deretan Medali Emas Martina Ayu, Presiden Tersenyum Bangga
- 08 Jan 2026 20:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Medali-medali itu berkilau di leher Martina Ayu Pratiwi ketika ia melangkah di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (8/1/2026). Lima emas dan dua perak menjadi saksi bisu perjalanan sunyi atlet triatlon berusia 22 tahun itu.
Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Martina berdiri dengan sikap tenang, sementara satu per satu medalinya diperhatikan dengan saksama. Presiden bahkan sempat memegang dan menghitung langsung medali tersebut, menunjukkan ketertarikan atas capaian luar biasa sang atlet.
“Total dapat 7 medali, lima emas dan 2 perak,” ujar Martina singkat saat ditanya jumlah raihannya. Ia lalu mengangkat medali-medali itu kembali, seolah mengulang perjalanan panjang yang telah dilaluinya.

Martina bercerita, Presiden sempat menanyakan cabang olahraga yang ditekuninya serta asal-usul medali yang ia peroleh. “Ditanya dari cabor apa, apa aja yang didapat, terus cuma diitung tadi berapa medalinya," ucap Martina.
Ia menuturkan medali emas diraih dari nomor perorangan dan beregu, yakni satu emas perorangan serta empat emas beregu. Prestasi tersebut tidak datang tanpa harga yang harus dibayar mahal.
“Untuk strugglingnya ya di latihannya siang-siang, harus tetap latihan. Hujan panas enggak peduli cuaca kita tetap latihan,” kata Martina menceritakan perjuangannya.
Jarak dari keluarga menjadi bagian dari pengorbanan yang ia terima dengan ikhlas. “Jauh dari keluarga, banyak pengorbanan yang dilaluin, ya itu,” ujarnya pelan.

Martina baru menekuni triatlon selama tiga tahun terakhir. Baginya ini sebuah waktu yang terbilang singkat untuk capaian sebesar itu.
“Untuk di olahragawan triathlon baru mulai tiga tahun ini. SEA Games ini pertama buat saya dan Alhamdulillah bisa meraih medali terbanyak di SEA Games 33 ini,” katanya.
Di balik sorotan dan pujian, Martina tetap membumi. Ia mengaku tidak menerima pesan khusus dari Presiden terkait bonus yang diterimanya.
“Nggak ada sih, gak ada wejangan seperti itu,” ucapnya sambil tersenyum. Namun, rencana atas bonus tersebut telah ia pikirkan matang-matang.
“Bonusnya nanti buat tentunya investasi masa depan untuk menunjang prestasi yang lebih tinggi lagi. Juga untuk membantu kedua orang tua yang ada di rumah,” ucap Martina.
Total bonus yang diterimanya dari seluruh medali mencapai Rp3,4 miliar. Bonus itu merupakan gabungan dari medali perorangan dan beregu yang ia raih sepanjang SEA Games 2025.

Perempuan kelahiran Magetan ini menyadari prestasi bukan tujuan akhir. Ia memilih menjadikannya pijakan untuk terus melangkah lebih jauh.
Kepada atlet-atlet lain di Indonesia, Martina menitipkan pesan sederhana namun tegas. “Semangat terus berlatih, saya tahu tidak mudah untuk mencapai prestasi yang tinggi ini, disiplin, latihan, fokus, semangat,” ujarnya dengan tegas.
Tawa ringan pecah ketika pundaknya ditanya terasa pegal akibat beban prestasi yang dipikulnya. Martina hanya tertawa, seolah semua lelah itu terbayar lunas.
Selepas seremoni, fokusnya kembali tertuju ke arena latihan. Persiapan Asian Games sudah dimulai sejak beberapa hari sebelumnya, meski sempat tertunda oleh undangan ke Istana.
“Untuk persiapan Asian Games sebenarnya sudah mulai dari tanggal 5 kemarin. Terus ternyata ada undangan untuk datang ke Istana,” katanya.
Setelah ini, ia memastikan akan kembali berlatih untuk menghadapi tantangan berikutnya. Soal target medali, Martina mengaatakan belum ada target yang spesifik dan masih memilih realistis.
Bagi Martina Ayu Pratiwi, tujuh medali di SEA Games bukan hanya soal angka. Ia adalah rangkuman dari disiplin, pengorbanan, dan keyakinan bahwa kerja sunyi suatu hari akan menemukan panggungnya sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....