Kerontjong Toegoe, Merayakan Natal dengan Keberagaman Indonesia
- 23 Des 2025 05:01 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Alunan keroncong mengalir hangat di ruang pertunjukan Galeri Indonesia Kaya, Sabtu sore itu. Musik menjadi jembatan perjumpaan tradisi, kebersamaan, dan keberagaman Indonesia dalam konser “Kidung Natal Indonesia”.
Melalui dua sesi pertunjukan, pukul 15.00 dan 19.00 WIB, suasana Natal terasa akrab dan inklusif. Penonton lintas usia memenuhi ruang pertunjukan dengan antusiasme yang terasa sejak lagu pertama dimainkan.
Di atas panggung, Krontjong Toegoe kembali menegaskan eksistensinya sebagai penjaga tradisi. Grup legendaris yang berdiri sejak 1988 ini merangkai sepuluh lagu Natal dalam balutan keroncong khas Kampung Tugu.
Lagu pembuka “Angin Desember” karya Tino Michiels menghadirkan nostalgia Natal yang personal dan penuh rasa. Kisah tentang kenangan Kampung Tugu mengalun lembut, mengajak penonton larut dalam kehangatan yang sederhana.
Konser ditutup dengan “Merry Krontjong Everyone” karya Illo Djeer. Lagu itu menjadi ajakan untuk meninggalkan yang telah berlalu dan bersukacita bersama menyambut Natal dengan berkeroncong.
Aransemen musik tradisi disajikan dengan segar tanpa melepaskan akar sejarahnya. Keroncong tampil sebagai bahasa musikal yang mudah diterima lintas generasi dan latar belakang.

Seluruh tim Kerontjong Toegoe berfoto bersama para penonton yang hadir dalam konser “Kidung Natal Indonesia” Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Sabtu (20/12/2025) (Foto: Galeri Indonesia Kaya)
Nuansa keindonesiaan semakin terasa melalui kostum para penampil yang merepresentasikan beragam daerah Nusantara. Beberapa lagu dibawakan menggunakan bahasa daerah, seperti Jawa, Batak Toba, Batak Karo, dan Bali.
Tiga penyanyi, Juliette Angela, Vanda Hutagalung, dan Melody, memberi warna emosional sepanjang konser. Vokal mereka menghadirkan perpaduan haru, hangat, dan meriah dalam satu panggung.
Interaksi penonton menjadi bagian penting pertunjukan. Ajakan bernyanyi bersama menciptakan rasa kebersamaan yang cair dan spontan.
Di antara penonton, Ray, wisatawan asal Thailand, mengaku baru pertama kali menyaksikan keroncong secara langsung. Pengalaman itu membuatnya tertarik mengenal musik tradisi Indonesia lebih jauh.
Momen reflektif hadir ketika Vanda Hutagalung memperkenalkan para pemain Krontjong Toegoe satu per satu. Tepuk tangan menggema saat diketahui para musisi berasal dari daerah dan keyakinan yang beragam.

Salah satu penyanyi Kerontjong Toegoe, Vanda Hutagalung, saat tampil di konser “Kidung Natal Indonesia” Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Sabtu (20/12/2025) (Foto: Galeri Indonesia Kaya)
Keberagaman itu menjadi cermin nyata nilai Bhinneka Tunggal Ika. Di atas panggung, perbedaan menyatu dalam harmoni musik yang universal.
Sorak penonton kembali terdengar ketika diumumkan lagu penutup konser malam itu. Permintaan tambahan lagu menjadi penanda kepuasan audiens atas pengalaman musikal yang mereka rasakan.
Manajer Krontjong Toegoe, Lisa Michiels, mengapresiasi ruang budaya yang konsisten dihadirkan Galeri Indonesia Kaya. “Galeri Indonesia Kaya berperan penting dalam menjaga dan melestarikan tradisi budaya Bangsa yang beragam, termasuk musik keroncong, agar terus hidup dan menjangkau generasi muda,” ucap Lisa.
Melalui “Kidung Natal Indonesia”, musik keroncong kembali menemukan ruangnya sebagai perayaan. Sebuah perayaan tentang tradisi yang hidup, kebersamaan yang hangat, dan keberagaman Indonesia yang saling merangkul.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....