Mangirai di Tapian: Perempuan, Nelayan, dan Danau Singkarak
- 20 Nov 2025 13:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
KABUT pagi sering turun pelan di Nagari Tikalak seperti doa yang mengusap permukaan danau. Cahaya matahari muncul perlahan dan memantul di Singkarak yang diam namun penuh cerita.
Danau Singkarak terbentang luas di Solok dan menjadi cermin tempat warga membaca hidup. Keheningannya menyimpan jejak nenek moyang yang menjadikan danau sebagai pusat adat Minangkabau.
Di tepian air tampak perahu kecil bergerak perlahan mengikuti arus pagi yang lembut. Suara dayung nelayan terdengar seperti ritme lama yang mengatur denyut nagari sejak dulu.
Air danau menjadi guru yang mengajarkan kesabaran dan ketepatan waktu. Dari air ini lahir kebiasaan, nilai dan adat yang membentuk cara hidup warga.
Ikan bilih hadir sebagai anugerah kecil yang membawa rezeki bagi masyarakat tepian danau. “Bilih itu napas kampung kami,” ujar Rozi Erdus mengenang masa kecilnya bersama tapian.
Pengetahuan tentang bilih diwariskan melalui kata-kata halus dan contoh para orang tua. Teknik panen, pengolahan dan syukuran adat menjadi bagian dari keseharian warga.
Rozi menelusuri kembali jejak pengetahuan itu sebagai Daya Desa dari kampungnya sendiri. Ia memetakan cerita warga agar tak hilang dan tetap hidup bagi generasi muda.
Pameran pada 2024 menghadirkan ibu-ibu toke dan para nelayan sebagai suara utama. “Saya ingin warga melihat kekuatan mereka sendiri,” ujar Rozi tentang pameran itu.
Kisah-kisah yang tersaji menumbuhkan kembali kepercayaan warga pada warisan tepian danau. Mereka kembali melihat bahwa pengetahuan lokal adalah harta yang layak dijaga.
Tahun ini Rozi bersama pemuda dan pemerintah nagari menggelar festival Mangirai di Tapian. Festival digelar pada 22–23 November 2025 di Lapangan Bola Kaki Tikalak.

Gagasan itu terpilih dalam fasilitasi budaya desa oleh Kementerian Kebudayaan. Helat ini dirancang sebagai ungkapan syukur atas rezeki danau yang tak pernah berhenti.
Festival menjadi tempat warga bertemu untuk merajut kembali hubungan dan pengetahuan. Suasananya hadir seperti balairuang adat yang ramah bagi siapa pun.
Rozi berharap setiap warga merasakan bahwa mereka bagian dari cerita panjang danau. “Semua orang membawa suara tapian,” ujarnya menjelaskan semangat festival.
Teknik manjariang, mamukek, marawai dan manangkok pensi kembali diperkenalkan kepada generasi muda. Nilai adat dalam teknik itu disampaikan sebagai warisan yang harus dijaga.
Menurut Rozi, festival ini adalah yang pertama dalam sejarah Nagari Tikalak. Warga menyambutnya sebagai momen mempertegas identitas budaya mereka.
Demo masak 101 tungku menjadi acara utama dengan aroma bilih yang mengalir ke udara. Barararak adat, seni warga, pameran pemetaan dan pasar UMKM melengkapi perayaan.
Menjelang hari puncak, warga melakukan mauntang bilih dan pensi untuk keperluan bersama. Duduak basamo, manggoro, manyiriah dan malam bagurau anak mudo kembali menghangatkan nagari.
Peran perempuan menjadi sorotan terutama kelompok Amak-Amak Toke Bilih Tikalak. “Kami ingin bilih tetap ada untuk anak cucu,” ujar salah seorang anggota kelompok itu.
Para perempuan itu menjadi penopang ekonomi dan perpanjangan tangan nelayan di pasar. Mereka mengikuti pelatihan literasi media untuk merekam kegiatan harian dengan cara sederhana.
Karya mereka dipamerkan sebagai arsip yang lahir dari tangan warga sendiri. Dokumentasi itu memperlihatkan kekuatan perempuan dalam menjaga budaya tepian danau.
Direktur Bina SDM Lembaga dan Pranata Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan Irini Dewi Wanti menegaskan pentingnya desa sebagai sumber kebudayaan yang hidup. “Desa adalah ruang tumbuhnya inovasi berbasis tradisi,” ujar Irini menjelaskan program itu.
Kegiatan ini didukung Pemerintah Kabupaten Solok dan berbagai komunitas budaya Sumatera Barat. Nagari Tikalak menjadi satu dari 152 desa dalam program pemajuan kebudayaan.
Rozi mengusung tema Perempuan, Nelayan dan Danau Singkarak untuk memuliakan pengetahuan lokal. Tema itu diwujudkan dalam Alek Nagari Mangirai di Tapian sebagai ruang berkumpul dan belajar bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....