Mengenal Rohana Kudus, Pejuang Indonesia dengan Tetesan Tinta

  • 03 Mei 2025 13:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Rohana Kudus tentu bukanlah nama sembarangan. Dia merupakan sosok perempuan pertama di Indonesia yang mendirikan surat kabar Sunting Melayu.

Nama Rohana mungkin tidak sebesar R.A Kartini, namun dia memiliki peran besar dalam dunia pergerakan kaum perempuan. Salah satunya dengan mendirikan surat kabar Sunting Melayu.

Sejak pertama kali berdirinya Sunting Melayu pada 10 Juli 1912. Surat kabar ini untuk mewadahi perjuangan perempuan di seluruh tanah Melayu.

Lantas, siapakah Rohana Kudus, wanita pendiri surat kabar Sunting Melayu? Melansir dari Instagram Feminis Yogya, berikut adalah profil lengkapnya.

Rohana Kudus lahir pada 20 Desember 1884 di Koto Gadang. Wanita cantik jelita itu memiliki nama kecil yaitu Siti Roehana.

Rohana bukanlah wanita yang berasal dari rakyat biasa. Ayahnya, Muhammad Rasjad Maharadja Sutan berprofesi sebagai juru tulis profesional di Alahan Panjangm

Seiring berjalannya waktu, Ayahnya Robana kemudian beralih profesi sebagai kepala Jaksa di Jambi dan Medan. Sedangkan ibunya, Kiam hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa yang dalam kesehariannya merawat, mendidik, dan membesarkan Rohana.

Meskipun hanyalah ibu rumah tangga biasa, Kiam yakin bahwa anaknya mampu mengangkat citra perempuan di tanah Melayu. Rohana juga merupakan saudari tiri dari Sultan Sjahrir dan keponakan Agus Salim.

Dua pria itu di kenal sebagai tokoh pahlawan dalam memerdekakan Indonesia. Sejak saat itulah, Rohana bercita-cita ingin memiliki perjuangan yang serupa dengan saudaranya itu.

Tidak hanya itu, Rohana juga merupakan seorang bibi dari penyair tersohor Indonesia, Chairil Anwar. Yang dikenal dengan gaya sajaknya yang berani dan memberikan kobaran semangat kaum muda era 45-an.

Sejak kecil, Rohana sangat mengidolakan sang ayah, Muhammad Rasjad Maharadja Sutan. Yang kemudian menjadi motivasinya untuk menjadi seorang penulis.

Rohana yang dikenal sebagai pionir pergerakan kaum perempuan itu tidak pernah mendapatkan pendidikan formal. Namun ayahnya lah yang telah membantu Rohana untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang baik.

Seiring berjalannya waktu, Rohana bertemu dengan Lebi Rajo Nan Sutan dan istrinya, Adiesa. Ia merupakan tetangga baru yang rumahnya bersebelahan dengan Rohana.

Rohana selalu bermain ke rumah Lebi Rajo Nan Sutan dan bernyanyi bersama. Sehingga kedua tetangga ini telah menganggap Rohana sebagai anaknya sendiri.

Selama lebih dari dua tahun, Lebi Rajo Nan Sutan dan Adiesa turut membimbing Rohana dengan pendidikan yang memadai. Berkat kecerdasannya, saat usia 8 tahun, Rohana sudah pandai membaca dan menulis huruf Arab, Latin, dan Arab Melayu.

Karier Jurnalistik

Pada tahun 1908, Rohana menikah dengan Abdul Kudus, putra dari Sutan Dinagari Lareh Hoofd IV Koto. Ia merupakan anggota penting dari partai politik yang menentang kepemerintahan Belanda.

Setelah menikah dengan Abdul Kudus, Rohana dikenal dengan nama Rohana Kudus. Keduanya pun dikarunai sepasang anak laki-laki yang bernama Jasma Juni.

Pada tahun 1911, Rohana akhirnya mendirikan lembaga pendidikan perempuan yaitu Sekolah Kerajinan Amai Setia. Sekolah ini mengajarkan kaum perempuan belajar kerajinan dan membaca dan menulis huruf Jawi dan Latin.

Di pertengahan karirnya, Rohana merasa bahwa dirinya harus membuatkan ruang khusus untuk perempuan menulis dan menyampaikan aspirasinya. Hal inilah yang membuat Rohana mengirim surat ke kepada Datuk Sutan Maharadja, pemimpin redaksi Oetoesan Melajoe, di Padang.

Setelah ditemui Mahardja, Rohana mengutarakan keinginannya untuknya mendirikan surat kabar khusus perempuan. Dengan bantuan Mahardja, Rohana akhirnya mendirikan surat kabar Sunting Melayu pada tanggal 10 Juli 1912.

Rohana memilih dua kata itu bukan tanpa arti. Ia memilih nama itu karena Sunting yang berarti perempuan dan Melayu mewakili nama wilayah mereka.

Sejak saat itulah, Rohana aktif mengajak teman-teman dan murid perempuannya untuk menulis disana. Ia juga tidak tanggung-tanggung menjadikan mereka kontributor dalam surat kabar Sunting Melayu.

Prestasi dan Penghargaan Rohana Kudus

Sejak mendirikan surat kabar Sunting Melayu, nama Rohana Kudus kian tersohor. Bahkan surat kabarnya itu, tidak hanya beredar di Sumatera, melainkan di Malaka dan Singapura.

Tulisan-tulisan Rohana dalam rubrik Sunting Melayu juga menjadi sorotan publik. Hal ini dikarenakan dirinya aktif mengkritik perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan terhadap para perempuan saat penjajahan Belanda.

Rohana Kudus kemudian mendapatkan sejumlah penghargaan atas jasa-jasanya. Berikut adalah rinciannya.

1. Penghargaan sebagai "Wartawati Pertama" dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (17 Agustus 1974).

2. Penghargaan "Perintis Pers Indonesia" oleh Menteri Penerangan Republik Indonesia (9 Februari 1987).

3. Penghargaan "Bintang Jasa Utama" dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (9 November 2010).

4. Gelar pahlawan nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 120/TK/Tahun 2019.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....