Ini Dia Penyebab Mengapa Palestina Tidak Kunjung Merdeka

  • 20 Mar 2025 23:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Mengapa Palestina tidak kunjung menjadi negara merdeka? Dan mengapa kondisi di Palestina makin memburuk, dimana Israel terang-terangan secara membabi buta terus melakukan kekerasan terhadap warga sipil.

Saking brutalnya Israel menjadikan sejumlah negara Eropa yang dulu mendukung Israel kini mereka memihak Palestina. Negeri seperti Inggris, Irlandia, Spanyol, Belgia, Norwegia kini mendukung Palestina.

Bahkan Internasional Court of Justice di Den Haag telah menyatakan dukungan kepada Palestina. Namun negara-negara Eropa dan juga ICJ tidak juga mampu menghentikan kekerasan oleh Israel atas Palestina.

Dalam perang Israel dan Palestina yang berlangsung 15 bulan terakhir ini AS seperti biasa membantu Israel memerangi Palestina. Apa sebenarnya yang terjadi dengan Palestina?

Mengapa Hamas berjalan sendirian? Hanya Iran, kelompok militer Houti di Yaman dan kelompok militer Hisbullah di Lebanon yang membantu terang-terangan.

Perang antara Israel vs Hamas sebenarnya bukan perang antara Israel vs Palestina. Pemerintahan Palestina yang menguasasi Tepi Barat tidak banyak terlibat membantu Hamas melawan Israel.

Jika sesama Palestina saja tidak mau membantu, maka jangan ditanya negara Arab lainya yang bukan orang Palestina. Perang antara Hamas dan Israel sebenarnya bukan perang antara Israel vs Palestina, juga bukan perang antara Israel vs Arab, apalagi perang antara Yahudi vs Islam.

Perang Israel melawan Hamas sebenarnya adalah perang antara siapa yang pro Amerika Serikat melawan yang anti Amerika Serikat. Israel adalah sahabat Amerika Serikat sementara Hamas adalah kelompok anti Amerika Serikat.

Di Timur Tengah polarisasi politik bisa dikelompokan menjadi pro AS atau anti AS. Pada waktu terjadi Perang Dingin antara Uni Soviet vs AS, ada sejumlah negara Arab yang anti AS.

Mereka antara lain adalah Libya, Mesir, Suriah, Irak, Iran dan Yaman. Satu per satu negeri yang anti AS kini telah dalam pelukan Paman Sam.

Mesir pada masa Presiden Gamal Abdul Naser anti-AS, namun ketika Presidenya Anwar Sadat berubah menjadi pro AS, Saddam Hussein di Irak berhasil digulingkan AS dan kini rezim di Irak menjadi pro AS. Begitupula Suriah yang baru-baru ini berubah haluan menjadi pro AS setelah Bassar Assad berhasil digulingkan.

Negara atau kelompok yang memusuhi AS di Timur Tengah biasanya juga bermusuhan dengan Israel. Negara yang mendukung atau di dukung AS akan bersahabat dengan Israel.

Sementara negeri Arab yang sejak sebelum mereka merdeka telah berkiblat kepada AS (Barat), hingga saat ini mereka tetap pro AS. Negeri itu antara lain adalah Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Oman, Kuwait, Yordania.

Negara-negara tersebut memiliki sejarah yang panjang dengan Barat. Yordania, misalnya bisa menjadi sebuah kerajaan atas bantuan Inggris ketika melawan Turki Usmani.

Begitu pula Arab Saudi. Keluarga Al Saud bisa mendirkan kerajaan Arab Saudi atas jasa Inggris. Sejarah ini menjadi legenda dalam “Lawrence of Arabia”.Sebuah kisah nyata bagaimana Inggris membantu Al Saud mendirikan kerajaan.

Kuwait tidak bisa melupakan jasa AS dalam membantu melawan Saddam Husein dari Irak. Jika tak ada bantuan dari AS mungkin kerajaan Kuwait telah rata dengan tanah.

Pengaruh dan jasa Inggris untuk Qatar, Bahrain dsb kemudian diteruskan kepada Amerika Serikat sebagai konsumen minyak terbesar negara-negara Jazirah Arab. Tanpa AS negeri-negeri itu tidak bisa kaya raya.

Negara-negara di semenanjung Arab bukan hanya tergantung secara ekonomi pada Barat, mereka bahkan berhutang budi kepada Barat khususnya AS. Hubungan mereka dengan AS sangat kuat menghujam kepentingan ekonomi dan sejarah.

Sementara itu, Hamas dikenal sebagai kelompok militant Palestina yang anti AS. Hamas di Palestina, Hisbulah di Lebanon dan Houthi di Yaman adalah kelompk militant yang anti AS dan pro Iran.

Bagi negeri-negari monarchi di Timur Tengah hubungan dengan AS sangat berharga karena sejarah masa lalu, kepentingan ekonomi masa kini dan masa depan negeri itu. Mereka tidak akan mengorbankan kepentingan negara masing-masing untuk hanya sekadar membea Hamas.

Jika negara Arab ada yang itu ikut cawe cawe membela Hamas, maka bisa jadi Israel akan menyerang negeri Arab itu. Tentu AS tidak akan membelanya. Ancaman negara Arab bukan hanya dari Israel, namun juga dari Iran.

Sebelum Covid 19 melanda dunia, Arab Saudi bisa menyerang kelompok Houthi di Yaman yang di dukung Iran. Arab Saudi bisa melakukan serangan militer ke selatan karena mendapat dukungn persenjataan dari AS.

Jika Arab Saudi, misalnya, ikut membela Hamas, maka AS tentu akan membiarkan Riyadh melawan Houthi yang didukung Iran. Jika Mesir, misalnya membelas Hamas, maka AS bisa menghidupkan kembali kelompok Ikhwanul Muslimin yang dulu membunuh Presiden Anwar Sadat.

Negara-negara Arab bagai dalam penjara yang telah terkunci dari luar dan kunci itu dipegang oleh Paman Sam. Saat ini penguasa Palestina ada dua yaitu Otoritas Palestina yang dipimpin oleh Mahmud Abbas di Tepi Barat dan Hamas yang menguasai Jalur Gaza.

Selama dualisme ini tidak selesai, maka kemerdekaan Palestina tidak akan terjadi. Negara-negara Arab yang pro AS tidak akan menerima Palestina yang anti AS.

Bagi negara-negara Arab yang pro AS, negara atau kelompok yang anti AS cenderung agresif dan mengancam kemapanan negara Arab pro AS. Irak misalnya ketika dipimpin Saddam Husein menyerang Kuwait. Iran yang anti AS mengancam akan mengekspor Revolusi Iran ke negara-negara tetangganya.

Kelompok Ikhwanul Muslimin di Mesir selalu menyerang pemerintah Mesir. Kelompok Al Qaeda pimpinan Osama Binladen yang anti AS juga sangat agresif sebagai organisasi teroris.

Jika negara Arab pendukung AS saja tidak menghendaki kemerdekaan Palestina, maka AS tentu tidak akan sudi memberi kemerdekaan kepada negara yang bakal memusuhi dirinya.

Suka tidak suka AS masih memegang hak veto di Dewan Keamanan PBB. Kemerdekaan suatu negeri dalam hukum inernasional harus mendapat pengakuan dari PBB. Mekanisme internal PBB harus melalui DK PBB dimana AS memegang hak veto.

Jika negara-negara Arab yang menjadi tetangga Palestina, sebagai sesama bangsa Arab dan berbahasa Arab saja tidak menghendaki Palestina merdeka, apa yang bisa dilakukan oleh Indonesia?

Rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat paham betul bahwa saudara-saudara mereka sesama Arab tidak mendukung perjuangan mereka. Oleh karena itu nama Indonesia amat dihormati di Palestina karena mereka tahu Indonesia secara konsisten membela Palestina sejak zaman Bung Karno hingga kini. (wir)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....