Menjadi Pahlawan Keluarga di Era 5.0
- 10 Nov 2024 14:48 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Setiap 10 November diperingati hari pahlawan. Pada momen ini, penting untuk mengingat kembali dan memberikan penghargaan atas jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan.
Ustazah Zulin Nurchayati S.Psi M.Psi mengatakan, kita sering mendengar kata pahlawan adalah para pejuang yang berkorban untuk meraih kemerdekaan. Atau orang yang mengukir sejarah untuk bangsa dan negara ini.
“Karena itu kita perlu menjaga rasa penghargaan untuk para pahlawan, yang telah berjuang untuk kemerdekaan, dan berkorban untuk bangsa dan negara,” ujar dia saat menjadi narasumber Mutiara Pagi Pro 1 RRI Madiun pada Senin (4/11/2024) lalu.
Zulin menjelaskan, sekarang ini pahlawan memiliki arti yang berbeda. Seperti dalam lingkup keluarga. “Pahlawan adalah sosok yang berjuang untuk keluarga, memberikan waktu, tenaga, cinta serta kasih untuk menjamin kebahagiaan keluarga,” ujar dia.
Saat ini, Zulin mengatakan, adalah era society 5.0 atau era masyarakat berbasis teknologi cerdas. “Era sekarang memberikan kemudahan. Namun juga memberikan tantangan tersendiri dalam menjaga keutuhan keluarga dan keimanan,” ucap dia.
Kemajuan teknologi sekarang ini, mempengaruhi gaya hidup dan cara komunikasi. “Di era teknologi ini, menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari seperti pendidikan, pekerjaan, hingga cara komunikasi di keluarga,” ucap Zulin.
Zaman sekarang, semua serba cepat, membuat tantangan menjadi kompleks. “Perkembangan teknologi informasi (TI), media sosial (medsos), gaya hidup modern, ekonomi, membuat tekanan pahlawan keluarga, sehingga semakin menantang,” ucap dia.
Sebenarnya, siapa yang bisa jadi menjadi pahlawan di keluarga di era society 5.0 ini? Dan bagaimana agama Islam mengajarkan kita memiliki peran pahlawan di era sekarang?.
1. Orang Tua
Zulin mengatakan, orang tua sebagai pahlawan dalam pendidikan dan keteladanan. Dalam agama Islam, orang tua memiliki peran penting, sebab memiliki peran menjadi guru pertama untuk anak-anaknya.
“Di era modern banyak informasi mudah di akses. Orang tua punya tanggung jawab besar untuk membimbing anak agar memiliki pemahaman yang baik terhadap nilai Islam,” ucap dia.
Hal itu, jelas Zulin, juga dijelaskan, dalam Al-Qur’an surat At-Tahrim ayat 6 yang dijelaskan, ‘Wahai orang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari adalah manusia dan batu’.
“Artinya bahwa, dalam keluarga, peran orang tua itu melindungi keluarga dari segala bentuk kerusakan moral maupun spiritual. Orang tua adalah pahlawan bagi anak dalam mengajarkan akhlak, kejujuran, tanggungjawab, semangat, kerja keras dan pantang menyerah,” ucap dia.
Orang tua, adalah teladan bagi anak-anak. “Orang tua harus memberi suri teladan. Artinya, contoh yang baik itu lebih baik daripada nasihat yang baik,” ucap Zulin.
2. Peran Ibu
“Peran Ibu mulai dalam ketulusan dan kasih sayang. Kalau Ibu itu pahlawan keluarga yang memberikan kasih sayang tanpa batas,” ujar Zulin. Dia menjelaskan, kasih sayang Ibu seperti peribahasa kasih Ibu sepanjang jalan.
Meski, di era modern ini tak jarang Ibu memiliki kesibukan di luar rumah, yang bisa membuat cinta dan perhatian itu terpecah. “Akan tetapi semua dilakukan dalam hal untuk mencari, membantu pondasi kehidupan dan kesejahteraan keluarga,” ucap dia.
Zulin menyebut, dalam kondisi apapun seorang Ibu pasti tetap memberikan cinta dan perhatian untuk keluarga. “Sebab, Ibu adalah seseorang yang siap berkorban dalam segala hal, demi kebahagiaan anak-anaknya,” ucapnya.
3. Peran Ayah
Zulin mengatakan, seorang Ayah juga pahlawan. Sebab, dia yang bertanggung jawab dan penopang keluarga. “Ayah bekerja keras, menafkahi, dan melindungi keluarga dalam berbagai hal, serta kepentingan lahiriah dan batiniah,” ucap dia.
Lebih lanjut, seorang Ayah juga berusaha untuk menjadi pemimpin dalam keluarga. “Dan Ayah yang ideal dalam agama Islam, yang bisa membawa keluarga di jalan yang diridai Allah SWT,” ujar dia.
Sebagaimana dalam hadist, ‘Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya’. “Berarti di sini, Ayah adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban pada Allah SWT,” ucap dia.
Zulin menyebut, Ayah yang baik adalah yang bertanggungjawab pada kesejahteraan keluarga baik secara material mapun spiritual.
4. Anak
“Anak ini sebagai pahlawan harapan dan masa depan keluarga. Tidak lupa, karena anak punya peran penting, sebagai masa depan keluarga dengan menjadi anak saleh, menghormati orang tua dan menjaga nilai Islam,” ucap Zulin.
Di era modern ini, jelas Zulin, tantangan semakin besar. Sebab, kehidupan nyata dan maya sulit dipisahkan. “Banyak orang merasa ingin dihargai, tertekan oleh media sosial,” ucap Zulin.
Oleh karena itu, orang tua perlu mengajarkan pada anak, bahwa dunia maya bukan tempat untuk mencari kebahagiaan dan pengakuan. “Pada dasarnya kita punya kebutuhan aktualisasi diri, ini tidak bisa dicari di dunia maya yang selalu membawa pada ilusi,” ujar dia.
Zulin menjelaskan, kita tetap harus menghargai kemajuan di tengah canggihnya Teknologi Informasi era sekarang. “Tetapi interaksi dengan orang lain secara tatap muka itu sangat penting,” ujar dia.
Orang tua yang memiliki anak di era sekarang yang penuh kemajuan, juga berkewajiban mengendalikan mereka. “Sebab anak dalam lingkungan yang baik, akan menjadi aset berharga keluarga dan memberikan sesuatu pada keluarga,” ucap dia.
Di era modern sekarang ini, Zulin menjelaskan, ada beberapa tips yang bisa menjadikan seorang sebagai ‘pahlawan’, diantaranya;
1. Menjaga Komunikasi dan Kekompakan
“Karena komunikasi yang baik dalah kunci hubungan keluarga yang kuat. Luangkan waktu berkumpul, berdiskusi dan saling mendengarkan,”ujar dia.
2. Bersikap Bijak Dalam Penggunaan Teknologi Informasi (TI)
Di era modern ini TI dan medsos menjadi tantangan besar bagi kita, baik sebagai individu maupun sosial. “Karena itu kita perlu bijak (menggunakan TI dan Medsos) agar tidak menganggu hubungan dan komunikasi dalam keluarga,” ucap dia.
Menurutnya, setiap anggota keluarga sekarang ini memiliki Hp masing-masing. “Dan saat pulang langsung sibuk dengan Hp, ini membuat komunikasi (langsung) akan terbatas. Karena itu bersikap bijak ini penting dan perlu ditumbuhkan,” ujar dia.
3. Mendukung Dalam Kebaikan
Zulin mengatakan, dalam kehidupan kita harus senantiasa mendukung dalam kebaikan. “Untuk menjadi teladan, baik dalam keluarga dan masyarakat. Hal ini bukan kiasan, tapi nyata dan dilakulan sehari-hari agar menjadi kebiasaan,” ucap dia.
4. Sabar dan Saling Menghargai
Dalam kehidupan sekarang ini, sabar itu sangat penting. “Karena dalam sabar ada saling menghargai peran masing-masing anggota keluarga. Akhirnya terbentuk kelurga utuh, sevisi misi, saling menjaga kehubungan antar anggota keluarga,” ucap dia.
Dari sini, juga mengantarkan peran anggota keluarga menjadi pahlawan. “Semua adalah pahlawan dalam peran masing-masing. Karena berjuang menjaga nilai Islam, berjuang dari derasnya arus TI dan medsos dan berjuang dari berubuahnya nilai sosial,” ucap dia.
Menurut Zulin, era sekarang ini butuh perjuangan signifikan yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di keluarga dan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....