Penguatan Lembaga Adat Dukung Wisata Kampung Mas Fakfak

  • 02 Jul 2026 16:48 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Program Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act (TFCCA) kembali mendorong penguatan model pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat di Kawasan Teluk Nusalasi Van Den Bosch, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Program ini menekankan pendekatan terpadu antara konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat adat sebagai pelaku utama pengembangan wisata berkelanjutan.

Anggota Tim Pelaksana Program TFCCA, Andi Fitrah, mengatakan bahwa penguatan kelembagaan menjadi fokus utama dalam tahapan terbaru pengembangan ekowisata di Kampung Mas. Hal ini ditandai dengan pembentukan Badan Pengelola Pariwisata Kampung Mas serta pengesahan Forum Kalamang Etanena oleh Raja pada Juni 2026.

Menurut Andi, keterlibatan lembaga adat dalam pengesahan forum tersebut menjadi bukti kuat bahwa pengelolaan wisata tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memiliki legitimasi budaya yang mengikat masyarakat setempat. “Masyarakat adat ditempatkan sebagai aktor utama dalam pengelolaan potensi wisata sekaligus menjaga kelestarian kawasan konservasi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberlanjutan ekowisata di kawasan tersebut sangat ditentukan oleh kekuatan organisasi lokal yang mampu bekerja secara profesional. Selain potensi alam yang dimiliki, struktur kelembagaan yang jelas dinilai menjadi kunci dalam menjaga arah pengembangan destinasi agar tetap sesuai prinsip konservasi.

Dengan terbentuknya Badan Pengelola Pariwisata Kampung Mas dan Forum Kalamang Etanena, masyarakat kini memiliki ruang formal untuk merancang program kerja, mengelola potensi wisata, serta membagi peran secara lebih terstruktur. Pendekatan ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antarwarga dalam pengembangan sektor pariwisata kampung.

Selain penguatan kelembagaan, peserta kegiatan juga mendapatkan pembekalan terkait tata kelola destinasi wisata, pembagian tugas anggota, hingga penyusunan rencana kerja jangka menengah. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola wisata secara mandiri dan berkelanjutan.

Program TFCCA yang dilaksanakan bersama Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Fakfak ini menargetkan terciptanya model ekowisata berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain. Model tersebut mengintegrasikan konservasi lingkungan, penguatan ekonomi lokal, serta pelestarian nilai budaya sebagai fondasi utama pembangunan pariwisata di Kabupaten Fakfak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....