Wisata Ubadari Butuh Perhatian Serius Pemerintah Fakfak

  • 16 Jun 2025 11:59 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak: Kepala Kampung Ubadari, Rudy Iha, menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah dapat lebih serius memperhatikan pengembangan destinasi wisata Ubadari yang telah dibangun secara swadaya oleh masyarakat sejak tahun 2017. Menurut Rudy, wisata ini awalnya mendapat respon positif dari Pemerintah Provinsi Papua Barat, bahkan kemudian ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Fakfak di bawah kepemimpinan Bupati sebelumnya Untung Tamsil. Meski demikian, hingga kini pengembangan kawasan wisata tersebut masih berjalan lambat dan butuh perhatian lebih lanjut.

Rudy mengungkapkan, sejumlah kendala yang dialami para wisatawan harus segera direspon oleh pihak terkait. Salah satu keluhan utama adalah ketiadaan penginapan bagi pengunjung yang ingin bermalam. Padahal, menurutnya, jika dikelola dengan baik, Ubadari memiliki potensi besar untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Fakfak. “Kami harap pemerintah melihat Ubadari sebagai aset pariwisata yang menjanjikan,” ujarnya.

Selain penginapan, kondisi infrastruktur yang mulai rusak seperti papan jembatan kayu dan beberapa honai tradisional juga menjadi sorotan. Penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa papan jembatan terlihat lapuk, dan atap honai tampak rusak. Rudy berharap ada upaya rehabilitasi dari Dinas Pariwisata. “Kalau bisa jembatannya dicor, honai juga kami harap bisa direhab,” jelasnya.

Keluhan wisatawan juga datang dari segi akses transportasi laut. Banyak pengunjung yang ingin mengeksplorasi kawasan hutan mangrove hingga ke Kampung Patimburak untuk melihat Masjid Tua, namun terkendala sarana transportasi. Saat ini, pengelolaan wisata masih dijalankan secara mandiri oleh pemerintah kampung bersama masyarakat setempat, termasuk pengelolaan retribusi parkir dan honai.

Retribusi kendaraan roda dua dipatok Rp10.000, kendaraan roda empat Rp20.000, dan sewa honai sebesar Rp50.000. Namun, menurutnya, wisata Ubadari tidak selalu ramai setiap hari. “Biasanya hanya ramai saat hari libur, setelah itu sepi. Jadi pendapatan dari retribusi pun tidak bisa dipastikan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....