Cuaca Berangin, Penerbangan Wings Air di Bandara Siboru Fakfak Terganggu
- 14 Sep 2026 18:00 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Pesawat Wings Air dilaporkan berulang kali gagal mendarat di Bandar Udara Siboru, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Senin 14 September 2026. Kondisi cuaca yang disertai angin cukup kuat diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses pendaratan.
Keputusan tersebut berkaitan dengan aspek keselamatan penerbangan. Pesawat dilaporkan telah melakukan beberapa kali percobaan pendaratan sebelum akhirnya penerbangan tidak dapat dilanjutkan.
Kondisi ini membuat sejumlah calon penumpang yang telah tiba di Bandara Siboru merasa kecewa. Mereka sebelumnya telah menempuh perjalanan dari pusat Kota Fakfak menuju bandara dan menjalani proses check-in.
Salah seorang penumpang yang meminta namanya tidak dipublikasikan mengatakan, penerbangan akhirnya dibatalkan setelah pesawat dilaporkan gagal mendarat akibat kondisi angin.
“Kita sudah sampai di Bandara Siboru, tunggu dan check-in, tapi akhirnya pesawat gagal landing karena angin katanya, demi keselamatan,” ujarnya kepada wartawan di Fakfak, Senin 14 September 2026.
Menurutnya, gangguan penerbangan tersebut membuat penumpang kembali harus menempuh perjalanan dari Bandara Siboru menuju pusat Kota Fakfak. Jarak bandara yang cukup jauh menjadi persoalan tersendiri bagi calon penumpang.
“Perjalanan balik ke kota ini kan jauh lagi, satu jam lebih dengan jalan berkelok-kelok begini,” keluhnya.
Sementara itu, Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Siboru-Fakfak, Robert Alexander, mengatakan kecepatan angin lapisan permukaan tercatat 9 hingga 16 knot, sedangkan angin pada lapisan 3.000 kaki mencapai 21 hingga 29 knot.
“Kecepatan angin lapisan permukaan tercatat 9–16 knot. Sedangkan kecepatan angin lapisan 3.000 ft tercatat 21–29 knot, tergolong cukup kuat untuk wilayah Kabupaten Fakfak yang berpotensi menimbulkan crosswind yang dapat melebihi batas operasi atau limitasi tipe pesawat tertentu,” ujar Robert.
BMKG juga menginformasikan adanya pusat sirkulasi yang teramati di Samudera Pasifik Utara. Meskipun berada di luar radius pengaruh langsung terhadap Fakfak, sistem tersebut dapat memberikan pengaruh tidak langsung terhadap penguatan angin timuran yang masuk ke wilayah Papua.
Bandara Siboru yang berada di Kampung Siboru, Distrik Wartutin, merupakan bandara baru pengganti Bandara Torea. Bandara ini diresmikan pada 23 November 2023 dan mulai beroperasi penuh pada 25 Januari 2024, dengan landasan pacu sepanjang 1.600 meter dan lebar 30 meter yang dirancang untuk mendukung operasional pesawat ATR 72-600.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....