BMKG Torea Beberkan Penyebab Langit Mendung tanpa Hujan di Fakfak

  • 03 Agt 2026 20:35 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Torea Fakfak menjelaskan fenomena langit mendung yang belakangan terjadi di Kota Fakfak, namun tidak disertai hujan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang berkaitan dengan angin kencang, aktivitas siklon, serta pengaruh El Nino yang kini berada pada kategori kuat.

Kepala Stasiun Meteorologi Torea BMKG Fakfak, Ricky Roger Holle, mengatakan masyarakat kerap mempertanyakan mengapa awan terlihat gelap dan tebal, tetapi hujan tidak kunjung turun. Menurutnya, kondisi itu disebabkan oleh faktor angin yang dipengaruhi pembelokan akibat aktivitas siklon.

"Masyarakat mungkin bertanya-tanya kenapa awan gelap tebal di langit, tetapi tidak turun hujan deras. Itu karena faktor angin yang dipengaruhi siklon yang terus berlanjut sehingga terjadi pembelokan angin dengan intensitas cukup kencang di wilayah Kota Fakfak," ujar Ricky, Senin 3 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, secara umum wilayah Indonesia tengah saat ini juga dipengaruhi fenomena El Nino. Kondisi tersebut terjadi ketika suhu permukaan laut di bagian tengah Samudera Pasifik mengalami peningkatan, yang saat ini telah mencapai sekitar 0,5 derajat Celsius di atas normal.

Menurut Ricky, berdasarkan hasil pemantauan BMKG, kondisi tersebut telah masuk dalam kategori El Nino kuat yang berpotensi memperpanjang musim kemarau di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Fakfak.

"Saat ini telah masuk kondisi El Nino kuat. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dengan persentase 48,8 persen dan berlanjut pada September sebesar 25,41 persen," jelasnya.

Selain itu, hasil pemantauan BMKG menunjukkan kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) masih berada pada fase netral dan diperkirakan berkembang menjadi fase positif pada periode September hingga Desember 2026. Perubahan tersebut berpotensi semakin mengurangi peluang terbentuknya hujan di wilayah Indonesia bagian timur.

BMKG juga mengingatkan Pemerintah Kabupaten Fakfak untuk menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak El Nino, mulai dari potensi kekeringan, krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga bencana hidrometeorologi lainnya.

Masyarakat pun diimbau menghemat penggunaan air bersih, menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan, serta menjaga kondisi kesehatan. BMKG menilai musim kemarau yang dipengaruhi El Nino berpotensi berlangsung lebih lama sehingga dapat meningkatkan risiko kekeringan dan penyakit, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....