Dandim 1803/Fakfak: Sinergi Pemerintah, Aparat, dan Masyarakat Kunci Atasi Karhutla
- 28 Jul 2026 15:47 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kampung Mekarsari, Distrik Bomberay, Kabupaten Fakfak, Selasa 28 Juli 2026. Menindaklanjuti laporan masyarakat, personel Koramil 1803-05/Bomberay bersama personel Polsek Bomberay bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api meluas hingga ke kawasan permukiman warga.
Kebakaran diduga dipicu oleh sisa bara api dari peristiwa kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya di Kampung Pinang Agung. Cuaca panas yang disertai tiupan angin cukup kencang menyebabkan bara api kembali menyala dan memunculkan sejumlah titik api baru.

Komandan Kodim 1803/Fakfak, Letkol Inf. Wahlin Rahman, S.Pd., mengatakan personel TNI bersama aparat kepolisian dan masyarakat terus berupaya memadamkan api, mensterilkan bara yang masih menyala, serta memberikan imbauan kepada warga agar kebakaran tidak kembali meluas.
"Seluruh personel di lapangan terus berupaya memadamkan api sekaligus memastikan bara yang masih tersisa benar-benar padam agar kebakaran tidak kembali meluas," kata Dandim Wahlin Rahman.
Menurutnya, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kondisi lahan yang mudah terbakar, keterbatasan sumber air, serta medan yang cukup sulit dijangkau. Meski demikian, personel Koramil 1803-05/Bomberay, Polsek Bomberay, dan masyarakat tetap bersinergi menahan laju api agar tidak merambah kawasan permukiman.
Selain menghanguskan hutan dan lahan, asap pekat yang ditimbulkan mulai meresahkan masyarakat karena berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan kualitas udara, serta berdampak pada kesehatan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, dan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Melihat kondisi tersebut, Dandim menilai penanganan Karhutla membutuhkan perhatian serius dan langkah terpadu dari Pemerintah Daerah bersama seluruh instansi terkait. Menurutnya, diperlukan penguatan dukungan berupa penambahan personel, penyediaan sarana dan prasarana pemadaman yang memadai, serta langkah-langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak asap terhadap aktivitas dan kesehatan masyarakat.
Ia juga mengimbau seluruh masyarakat agar berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan tidak membuka lahan menggunakan api, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api sekecil apa pun.
"Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci utama agar Karhutla dapat segera dikendalikan dan tidak menimbulkan dampak yang lebih besar bagi lingkungan maupun keselamatan warga," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....