Kolaborasi PT.Astra dan Warga Desa Les Hasilkan Pembangunan Berbasis Lingkungan

  • 02 Jul 2026 17:21 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Buleleng – PT Astra International Tbk terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pembangunan desa berkelanjutan melalui program Desa Sejahtera Astra di Desa Les, Kabupaten Buleleng, Bali. Program ini mengintegrasikan pelestarian lingkungan, penguatan budaya lokal, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai fondasi pembangunan desa.

Sejak bergabung dalam Program Desa Sejahtera Astra pada 2024, Desa Les menunjukkan perkembangan yang signifikan. Berbagai program yang dijalankan telah menjangkau lebih dari 800 warga, meningkatkan pendapatan masyarakat hingga 25 persen, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperluas akses pemasaran produk unggulan desa.

Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, mengatakan pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus menjaga keseimbangan antara kemajuan, kelestarian lingkungan, dan identitas budaya masyarakat.

"Melalui Desa Sejahtera Astra, kami percaya bahwa pembangunan desa tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana menjaga keseimbangan antara kemajuan, kelestarian lingkungan, serta identitas budaya yang dimiliki masyarakat," ujar Boy Kelana Soebroto.

Di bidang kesehatan, Astra bersama masyarakat memperkuat layanan Posyandu, edukasi kesehatan ibu dan anak, serta pemberian makanan tambahan bagi anak yang mengalami stunting dan gizi buruk. Sementara di sektor pendidikan, generasi muda dibekali kemampuan bahasa Inggris dan pelatihan pariwisata untuk mencetak pemandu wisata lokal yang siap melayani wisatawan mancanegara.

Komitmen terhadap kelestarian lingkungan diwujudkan melalui konservasi dan transplantasi terumbu karang, pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program Les Grow, hingga pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos yang dimanfaatkan untuk kebun terpadu di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Di sektor ekonomi, masyarakat tetap mempertahankan tradisi pembuatan garam secara alami yang menjadi identitas Desa Les. Produksi garam tradisional mencapai dua hingga tiga ton setiap musim panen dan dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia. Melalui kolaborasi dengan BUMDes Giri Segara dan Pemerintah Provinsi Bali, pemasaran garam kini mencapai sekitar satu ton per bulan dengan nilai sekitar Rp25 juta.

Keberhasilan mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan mengantarkan Desa Les meraih Juara Umum Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 dari Kementerian Pariwisata. Astra menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian alam, budaya, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan seiring dalam mewujudkan kesejahteraan desa sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....