Pala Tomandin Fakfak Terus Perkuat Kontribusi terhadap PAD

  • 01 Jul 2026 20:29 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan mencatat capaian positif sektor perkebunan pala pada Semester I Tahun 2026. Berdasarkan hasil uji mutu perdagangan antar pulau periode Januari hingga Juni 2026, volume pala yang diperdagangkan mencapai 970.535 kilogram atau 970,54 ton, sekaligus menghasilkan penerimaan retribusi daerah sebesar Rp353.421.900 hingga 1 Juli 2026.

Dari total produksi tersebut, pala kulit masih mendominasi dengan volume 708.289 kilogram atau 72,98 persen. Sementara itu, pala ketok mencapai 121.662 kilogram atau 12,54 persen, dan fuli pala sebanyak 140.584 kilogram atau 14,49 persen. Pada periode yang sama, Dinas Perkebunan juga menerbitkan 11.923 batang Sertifikasi Peredaran Bibit Pala sebagai upaya menjamin mutu bibit unggul yang beredar di Kabupaten Fakfak.

Penerimaan retribusi daerah didominasi dari komoditas pala kulit sebesar Rp191.107.500 atau 54,07 persen dari total penerimaan. Selanjutnya, fuli pala menyumbang Rp111.876.000 atau 31,66 persen, pala ketok Rp38.515.400 atau 10,90 persen, serta retribusi Sertifikasi Peredaran Bibit Pala sebesar Rp11.923.000 atau 3,37 persen.

Khusus pada Juni 2026, hasil uji mutu mencatat volume perdagangan pala antar pulau sebesar 117.560 kilogram yang terdiri atas 83.215 kilogram pala kulit, 26.405 kilogram pala ketok, dan 7.940 kilogram fuli pala. Pada bulan yang sama diterbitkan 9.923 batang Sertifikasi Peredaran Bibit Pala dengan total penerimaan retribusi mencapai Rp52.069.250.

Jika dibandingkan Mei 2026, volume perdagangan pala memang mengalami penurunan sekitar 19,87 persen, seiring berkurangnya hasil panen musiman masyarakat. Meski demikian, secara kumulatif capaian Semester I tetap menunjukkan perdagangan Pala Tomandin Fakfak tumbuh positif dan terus memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmorojati, ST., MT., mengatakan capaian produksi sebesar 970,54 ton dan penerimaan retribusi Rp353,42 juta menjadi indikator bahwa tata kelola perdagangan pala di Kabupaten Fakfak semakin baik karena seluruh komoditas yang dipasarkan telah melalui proses uji mutu.

"Capaian ini menunjukkan bahwa tata kelola perdagangan Pala Tomandin Fakfak semakin baik. Seluruh komoditas yang diperdagangkan telah melalui proses uji mutu sehingga kualitas pala tetap terjaga sebelum dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia." ujar Widhi.

Widhi menambahkan, tingginya aktivitas perdagangan juga mencerminkan meningkatnya kesadaran petani dan pelaku usaha dalam menjaga mutu hasil panen sesuai standar. Menurutnya, hal tersebut menjadi modal penting untuk mempertahankan kepercayaan pasar sekaligus meningkatkan daya saing Pala Tomandin Fakfak sebagai komoditas unggulan daerah.

Ia juga mengimbau seluruh petani agar tetap menjaga kualitas pala menjelang musim Pala Barat. Mulai dari memanen buah yang benar-benar matang, melakukan pemisahan biji dan fuli secara benar, menggunakan para-para atau rumah pengering, tidak menjemur pala di badan jalan, hingga memastikan kadar air sesuai standar sebelum dipasarkan.

"Kami optimistis memasuki musim Pala Barat produksi pala akan kembali meningkat. Jika kualitas terus dijaga oleh seluruh pelaku usaha, maka volume perdagangan akan bertambah, nilai jual pala tetap tinggi, penerimaan retribusi daerah meningkat, dan pada akhirnya kesejahteraan petani Kabupaten Fakfak juga akan semakin baik sesuai semangat Pala Unggul, Fakfak Membara." pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....