Asaran Pala Tradisional Dibangun, Pemkab Fakfak Perkuat Hilirisasi dari Kampung

  • 24 Jun 2026 10:12 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan membangun 10 unit Asaran Pala Tradisional Skala Pengumpul yang tersebar di sejumlah kampung sentra produksi pala pada Tahun Anggaran 2026. Program ini menjadi bagian dari implementasi Program Strategis Pala Unggul Fakfak untuk meningkatkan mutu pascapanen sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat kampung.

Pembangunan asaran pala dilakukan di sejumlah kampung penghasil pala seperti Kiat, Mandoni, Sekar, Kaburbur, Adora, Sum, Sangkiti, Kalamanuk, serta beberapa kampung potensial lainnya yang selama ini menjadi sentra produksi pala rakyat di Kabupaten Fakfak.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., mengatakan pembangunan fasilitas tersebut merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjawab persoalan kualitas pascapanen yang masih dihadapi petani dan pelaku usaha pala di tingkat kampung.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., (tengah) saat melakukan kunjungan di lokasi pembangunan asaran pala tradisional.

Menurutnya, keterbatasan sarana pengasapan dan pengeringan selama ini menyebabkan sebagian hasil pala dijual tanpa proses pengolahan yang optimal, sehingga berdampak pada mutu produk dan harga jual yang diterima petani.

“Pembangunan asaran pala ini kami sasarkan kepada pengumpul atau pembeli pala yang benar-benar Orang Asli Fakfak (OAP), yang selama ini mengolah hasil palanya sendiri, membeli pala keluarganya, serta mengumpulkan pala dari masyarakat di kampung tempat tinggalnya, terutama kampung-kampung yang jauh dari wilayah kota,” ujar Widhi.

Ia menjelaskan, penetapan penerima bantuan dilakukan secara ketat melalui verifikasi dan inspeksi lapangan agar bantuan benar-benar diterima oleh pelaku usaha yang aktif menjalankan usaha pengumpulan dan pengolahan pala di kampung.

“Penerima manfaat benar-benar kami lakukan sidak dan verifikasi langsung di lapangan sebelum ditetapkan sebagai kelompok penerima bantuan. Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini diberikan kepada pelaku usaha yang memang aktif menjalankan usaha pengumpulan dan pengolahan pala di kampung,” katanya.

Widhi menegaskan, program tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga agar komoditas pala tetap diolah di kampung sehingga nilai tambah ekonomi dapat dinikmati langsung oleh masyarakat setempat.

“Tujuan utama program ini agar pala yang ada di kampung tetap diolah dengan baik di kampung. Kita tidak ingin seluruh hasil pala langsung jatuh ke tangan pedagang pengepul atau pembeli liar yang menunggu di bawah pohon pala. Dengan adanya asaran ini, masyarakat mempunyai fasilitas yang memadai untuk melakukan pengasapan dan pengolahan hasil pala sebelum dipasarkan,” ujarnya.

Selain meningkatkan mutu Pala Tomandin Fakfak, keberadaan asaran pala juga diharapkan mampu menekan praktik pembelian pala langsung di kebun dengan harga yang merugikan petani, sekaligus memperkuat posisi pengumpul lokal dalam tata niaga pala.

Widhi menambahkan, pembangunan 10 unit asaran pala tradisional tahun ini juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi Orang Asli Papua secara berkelanjutan.

“Tahun ini kami membangun 10 unit asaran pala tradisional yang peruntukannya khusus bagi pelaku usaha atau pengumpul Orang Asli Fakfak sesuai SOP penetapan penerima bantuan. Bahkan penyedia jasa konstruksinya juga dikerjakan oleh kontraktor Orang Asli Mbaham Matta (OBAMA) sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat asli Fakfak,” tambahnya.

Salah satu penerima manfaat di Kampung Mandoni, Distrik Kokas, Mama Wati Kramandondo mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan. Menurutnya, fasilitas pengasapan yang selama ini dimiliki masih sangat terbatas dan belum mampu menampung seluruh hasil pala yang dikumpulkan dari masyarakat.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak dan Dinas Perkebunan. Bantuan ini sangat membantu kami sebagai pengumpul atau pembeli pala di kampung karena asaran yang kami miliki selama ini kecil dan tidak mampu menampung hasil pala yang ada di kampung,” ungkapnya.

Mama Wati berharap keberadaan asaran baru dapat meningkatkan kualitas hasil pala masyarakat sekaligus mendorong peningkatan harga jual sehingga manfaat ekonomi lebih besar dapat dirasakan oleh warga kampung.

“Dengan bantuan ini tentu menjadi kerinduan kami yang akhirnya terwujud. Kami akan semakin giat berusaha dan menjaga mutu serta kualitas pala melalui proses pengasapan yang baik sebelum dijual kepada pedagang besar atau pengepul di kota. Harapan kami, harga pala juga semakin baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat kampung,” tuturnya.

Melalui pembangunan 10 unit Asaran Pala Tradisional Skala Pengumpul ini, Pemerintah Kabupaten Fakfak menargetkan peningkatan mutu Pala Tomandin Fakfak, penguatan peran pelaku usaha Orang Asli Fakfak dalam tata niaga pala, serta mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat kampung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....