Dinas Perkebunan Fakfak Edukasi Pelajar Tentang Pala Unggul
- 09 Mei 2026 20:15 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan terus memperkuat branding Pala Unggul Fakfak melalui program edukasi bagi generasi muda. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menghadirkan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pala Tomandin bagi pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap pala sebagai komoditas unggulan daerah, sekaligus warisan budaya dan investasi masa depan masyarakat Fakfak.
Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati mengatakan, pembangunan sektor perkebunan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga regenerasi pengetahuan dan sumber daya manusia sejak dini.
“Generasi muda harus mengenal pala bukan hanya sebagai hasil perkebunan, tetapi juga identitas daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan harus dijaga keberlanjutannya,” ujar Widhi.
Tahun ini, Bimtek Pala Tomandin direncanakan dilaksanakan di tiga SMA di Kabupaten Fakfak, salah satunya SMA Negeri 2 Fakfak. Kegiatan pembelajaran dilakukan melalui praktik lapangan seperti budidaya pala, penanaman bibit unggul, hingga penggunaan nutrisi hayati untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Kepala SMA Negeri 2 Fakfak, Candra Urbaningrum menilai program tersebut menjadi model pembelajaran inovatif yang mendorong peserta didik mengenal potensi lokal melalui riset sederhana terkait Pala Tomandin.
Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk menumbuhkan budaya belajar berbasis penelitian serta mempererat hubungan dunia pendidikan dengan pengembangan potensi unggulan daerah.
Selain penguatan budidaya, Dinas Perkebunan Fakfak juga mendorong pengembangan hilirisasi pala melalui kolaborasi bersama lembaga pendidikan, perguruan tinggi, dan pelaku usaha. Langkah ini dilakukan agar pengembangan pala tidak berhenti pada sektor produksi, tetapi mampu menciptakan inovasi produk dan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Widhi menambahkan, salah satu tantangan pengembangan agribisnis pala saat ini adalah belum optimalnya pemanfaatan daging buah pala. Dari potensi produksi yang besar setiap tahun, sebagian besar daging pala masih belum diolah secara maksimal.
“Kita ingin membangun ekosistem agribisnis pala yang utuh mulai dari kebun, riset, inovasi produk, hingga pasar. Bagian yang selama ini dianggap limbah juga harus mampu diubah menjadi sumber ekonomi baru,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....