Dandim 1803/Fakfak Tekankan Kolaborasi Wujudkan Swasembada Pangan Daerah
- 14 Apr 2026 20:58 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Komandan Kodim (Dandim) 1803/Fakfak Letkol Inf Wahlin Rahman, S.pd menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan Pemerintah Daerah dalam mempercepat ketahanan pangan nasional, khususnya di Kabupaten Fakfak.
Hal tersebut disampaikan melalui Perwira Seksi Personel (Pasi Pers) Kodim 1803/Fakfak Kapten Inf Tri Darma dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD dan Otsus Kabupaten Fakfak, Selasa 14 April 2026.
Menurutnya, ketahanan pangan saat ini menjadi isu strategis yang tidak hanya berkaitan dengan sektor pertanian, tetapi juga menyangkut stabilitas dan ketahanan nasional secara menyeluruh.
“Sinergitas antara TNI AD dan pemerintah daerah merupakan langkah konkret dalam mendukung percepatan swasembada pangan berkelanjutan,” ujar Tri Darma saat menyampaikan materi mewakili Dandim.
Ia menjelaskan, kolaborasi tersebut dilatarbelakangi oleh tantangan global seperti krisis pangan dan dampak perubahan iklim, termasuk fenomena El Nino yang berpengaruh terhadap produksi pertanian.
Selain itu, kata dia, langkah percepatan dilakukan melalui optimalisasi lahan tidur menjadi lahan produktif, sebagaimana arahan pemerintah pusat dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional.
Dalam implementasinya, pemerintah daerah melalui dinas teknis memiliki peran dalam penyediaan bibit unggul, pupuk subsidi, dukungan alat mesin pertanian (alsintan), serta pembiayaan melalui APBD dan dana desa.
Sementara itu, TNI AD melalui jajaran Kodim dan Babinsa berperan aktif dalam pendampingan kelompok tani, pengawalan distribusi bantuan, mobilisasi tenaga kerja, hingga membantu pembukaan lahan tidur milik negara maupun masyarakat.
“Babinsa di lapangan menjadi ujung tombak dalam memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Program prioritas yang turut didorong dalam sinergi ini antara lain pompanisasi dan pipanisasi sebagai solusi cepat menghadapi kekeringan, guna meningkatkan indeks pertanaman pada lahan sawah tadah hujan.
Optimalisasi lahan rawa maupun lahan terbengkalai juga terus digencarkan melalui program manunggal pertanian, dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti rendahnya minat generasi muda di sektor pertanian serta alih fungsi lahan yang terus terjadi.
Untuk itu, diperlukan edukasi berbasis teknologi pertanian modern (smart farming) serta penguatan regulasi lahan pertanian pangan berkelanjutan.
“Ketahanan pangan yang kuat merupakan bagian dari sistem pertahanan negara. Karena itu, sinergi semua pihak menjadi kunci dalam mewujudkan kedaulatan pangan,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....