Pemkab Fakfak Perkuat Sinergi Cegah Kebocoran Perdagangan Pala
- 03 Apr 2026 17:43 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan terus memperkuat pengawasan perdagangan komoditas pala antar pulau guna mencegah kebocoran data produksi serta potensi penerimaan daerah.
Penguatan tersebut dilakukan dengan mengaktifkan Tim Pengendali Komoditas Pala yang dibentuk melalui Surat Keputusan Bupati Fakfak, sebagai bagian dari upaya penertiban tata niaga komoditas unggulan daerah.
Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, mengatakan pihaknya berperan dalam pelayanan uji mutu dan pengujian kadar pala sebelum komoditas diperdagangkan keluar daerah.
“Dinas Perkebunan memberikan pelayanan uji mutu dan kadar pala sebagai dasar penerbitan rekomendasi teknis yang digunakan dalam pengurusan dokumen karantina,” ujarnya.
Ia menegaskan, rekomendasi teknis tersebut menjadi instrumen penting untuk memastikan seluruh proses perdagangan pala tercatat dengan baik serta mencegah kebocoran data maupun penerimaan daerah.
Sementara itu, Analis Perkarantinaan Tumbuhan Ahli Pertama pada Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Barat Satuan Pelayanan Fakfak, Arkhiadi Benauli, menyampaikan dukungan terhadap penguatan pengawasan tersebut.
“Sinergi antara Dinas Perkebunan dan Karantina sangat penting untuk memastikan komoditas pala yang keluar telah memenuhi persyaratan mutu, kesehatan tumbuhan, serta ketentuan administrasi,” katanya.
Menurutnya, dokumen rekomendasi dari Dinas Perkebunan menjadi bagian penting dalam proses pemeriksaan hingga penerbitan dokumen karantina tumbuhan sebelum komoditas dikirim keluar daerah.
Selain penguatan sinergi, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, kejelasan data produksi dan volume perdagangan, serta penerapan standar mutu dalam proses pengolahan pala.
Koordinasi lintas instansi dan sosialisasi kepada pelaku usaha serta pengepul juga terus didorong agar tata niaga pala berjalan tertib, transparan, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani maupun daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....