Program Perikanan Fakfak 2026 Lanjutkan Kegiatan Tahun Sebelumnya
- 11 Feb 2026 11:49 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Fakfak, Jubair Hegemur, menjelaskan bahwa program kerja Dinas Perikanan dan Kelautan tahun 2026 pada prinsipnya merupakan tindak lanjut dari program dan kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2025. Program tersebut tetap berfokus pada peningkatan kesejahteraan nelayan melalui penyediaan sarana dan prasarana perikanan tangkap serta pengembangan budidaya rumput laut.
Menurut Jubair, pada tahun 2025 lalu Dinas Perikanan dan Kelautan memfokuskan pengembangan budidaya rumput laut di Distrik Kokas, Arguni, dan Fakfak Timur. Program tersebut dinilai cukup berjalan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat nelayan di wilayah tersebut.
“Pada prinsipnya kita menindaklanjuti kegiatan program tahun 2025, kaitan dengan penyediaan sarana dan prasarana tangkap, serta pengembangan budidaya rumput laut,” ujar Jubair Hegemur, saat ditemui di Fakfak.
Ia menyebutkan, untuk tahun 2026 fokus pengembangan budidaya rumput laut akan dialihkan ke wilayah lain, yakni Distrik Fakfak Barat dan Distrik Wartutin. Selain itu, terdapat lokasi baru pengembangan budidaya rumput laut dengan luasan sekitar 2 hingga 4 hektare yang tersebar di beberapa titik.
“Kalau tahun lalu kita fokus di Kokas, Arguni, dan Fakfak Timur, maka untuk 2026 ini kita fokus ke Distrik Fakfak Barat dan Distrik Wartutin. Untuk lokasi baru pengembangan budidaya rumput laut ada sekitar 2 sampai 4 hektare di beberapa lokasi,” jelasnya.
Jubair juga menambahkan bahwa ketersediaan bibit rumput laut tidak menjadi kendala, karena dapat didatangkan dari Tual maupun diperoleh langsung dari wilayah Fakfak, khususnya dari Distrik Kokas yang sudah mampu menghasilkan bibit sendiri.
Selain budidaya, penyediaan sarana dan prasarana perikanan tangkap juga akan terus ditingkatkan. Fasilitas yang diberikan meliputi perahu, mesin tempel (Johnson), cool box, jaring, tali mika, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan nelayan. “Artinya tahun lalu misalnya jumlahnya sekian, sekarang kita tingkatkan lagi untuk sarana-prasarana, baik tangkap, fasilitas perahu, Johnson, cool box, jaring, dan lain-lain,” ungkap Jubair.
Ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan fasilitas tersebut diperuntukkan bagi nelayan yang benar-benar aktif dan memiliki kartu nelayan serta kartu Kasuka. Saat ini, tercatat lebih dari 2.000 nelayan di Kabupaten Fakfak telah memiliki kartu Kasuka, sementara nelayan yang belum memiliki kartu tersebut diimbau untuk segera mengurusnya di Kantor Dinas Perikanan dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga.
“Dengan kartu Kasuka, nelayan akan terdaftar sampai ke pusat, sehingga bisa mengakses berbagai program bantuan dari pemerintah pusat. Yang penting memang benar-benar nelayan dan memiliki kartu Kasuka,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....