Program Gertak Dorong Produktivitas Pala Berbasis Masyarakat
- 03 Feb 2026 11:38 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Program Gerakan Tanam Kebun (Gertak) yang digagas Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak kini memasuki fase penguatan kualitas dan perlindungan tanaman. Pemerintah daerah menegaskan, Gertak tidak lagi hanya berorientasi pada peningkatan luasan tanam, tetapi diarahkan untuk menjamin keberlanjutan produksi pala sebagai komoditas unggulan daerah.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, mengatakan program Gertak dirancang sebagai investasi jangka panjang bagi masyarakat pemilik dusun dan kebun. Menurutnya, optimalisasi lahan perkebunan menjadi fokus utama agar setiap dusun benar-benar memberikan nilai ekonomi. “Program Gertak terus berjalan karena ini sebuah investasi yang sangat besar. Optimalisasi dusun dan kebun masyarakat harus dimaksimalkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, selama ini masih ditemukan kebun yang diklaim sebagai dusun produktif, namun jumlah tanamannya belum memadai. Kondisi tersebut dinilai belum mampu memberikan dampak ekonomi signifikan bagi pemilik kebun. “Jangan kita sebut punya dusun atau kebun, tetapi isinya hanya 10 atau 20 pohon yang tidak berdampak,” kata Widhi.
Melalui Gertak, pemerintah mendorong masyarakat untuk mengisi kebun dengan tanaman perkebunan bernilai tinggi, khususnya pala tomadin. Widhi menyebut pala bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi juga simbol budaya dan identitas masyarakat Fakfak. “Bagaimana kita bisa menjamin keberlanjutan dan produktivitas pala tomadin sebagai kebanggaan masyarakat Fakfak,” tuturnya.
Ia menjelaskan, pendekatan Gertak kini diperluas dengan memastikan produktivitas tanaman setelah penanaman. Pemerintah menyiapkan strategi lanjutan agar tanaman yang ditanam mampu tumbuh optimal dan menghasilkan secara berkelanjutan. “Keberlanjutan Gertak bukan hanya menanam, tetapi bagaimana menjamin produksi ke depan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Dinas Perkebunan membentuk Brigade Pala yang melibatkan kader masyarakat. Brigade ini berperan menjaga tanaman dari ancaman hama dan penyakit serta meningkatkan kesadaran petani terhadap perawatan pala. “Brigade Pala ini instrumen masyarakat untuk menjaga tanaman agar tidak terserang hama dan penyakit,” ungkap Widhi.
Selain itu, Brigade Pala menjadi penghubung informasi antara petani dan pemerintah dalam penanganan organisme pengganggu tanaman (OPT). Widhi optimistis langkah ini mampu menekan risiko serangan hama dari tahun ke tahun. “Mereka menyampaikan informasi ke dinas, lalu dilakukan intervensi OPT di tingkat bawah agar gangguan hama dan penyakit bisa diminimalkan,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....