Pemkab Fakfak Lakukan Efisiensi Hadapi Pemotongan TKD
- 16 Okt 2025 17:28 WIB
- Fak Fak
KBRN, Fakfak : Bupati Fakfak Samaun Dahlan mengungkapkan kekhawatiran atas kebijakan pemerintah pusat yang akan memangkas anggaran transfer daerah mulai tahun 2026. Ia menyebut, pemotongan ini dapat mengganggu stabilitas kinerja pemerintahan dan menekan ruang fiskal daerah dalam membiayai berbagai program prioritas masyarakat.
Menurut Bupati, pengurangan anggaran tersebut mencapai 20 hingga 30 persen dari total dana yang selama ini diterima Kabupaten Fakfak.
“Kalau tahun ini masih di kisaran Rp1,3 triliun, maka tahun depan turun cukup tajam. Ini bukan penyesuaian kecil, tapi pemotongan besar,” jelasnya Bupati Samaun.
Ia menegaskan kondisi tersebut akan berdampak pada berbagai sektor, terutama kemampuan pemerintah membayar gaji dan tunjangan tambahan penghasilan pegawai (TPP).
“Untuk menghitung gaji saja sudah berat. Kalau bicara TPP, situasinya makin sulit,” katanya.
Bupati menilai, kebijakan tersebut juga berpotensi menunda sejumlah kegiatan pembangunan fisik di Fakfak. Proyek-proyek infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang seharusnya digarap tahun depan bisa saja tertunda akibat keterbatasan dana.
“Padahal kegiatan pembangunan seperti itu penting untuk menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama ini Pemda Fakfak berupaya menjaga keseimbangan antara belanja pegawai dan kegiatan publik agar seluruh sektor bisa bergerak.
“Kalau anggaran menyempit, tentu ada yang harus dikorbankan. Tapi kami akan tetap prioritaskan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kondisi ini, pemerintah daerah berencana melakukan rasionalisasi belanja dan efisiensi kegiatan. Bupati menyebut, pos-pos anggaran seperti perjalanan dinas, rapat, dan acara seremonial akan dikurangi.
“Yang tidak penting kita kurangi. Tapi yang langsung menyentuh masyarakat tetap kita jaga,” ucapnya.
Bupati Fakfak berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan kembali kebijakan pemotongan tersebut, terutama bagi daerah kecil dengan PAD terbatas.
“Kami di Fakfak sangat bergantung pada transfer pusat. Kalau dikurangi drastis, efeknya bisa meluas ke masyarakat,” tutup Samaun Dahlan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....