Bahlil Lahadalia Kembali Terima Tanda Kehormatan Dari Presiden

  • 25 Agt 2025 17:12 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Dr. Bahlil Lahadalia, SE, M.Si, kembali menerima tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia. Kali ini, penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025).

Dikutip dari mataradarindonesia.com, penganugerahan tanda kehormatan itu diberikan dalam rangka peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, bersama lebih dari 100 tokoh bangsa lainnya. Para penerima berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari menteri kabinet, tokoh pers, aparat kepolisian, hingga budayawan. Bagi tokoh yang telah wafat, tanda kehormatan diserahkan kepada ahli waris masing-masing.

Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat penting, termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Mendagri Tito Karnavian, Menlu Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, Mensos Saifullah Yusuf, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran mereka menegaskan momentum penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi negara kepada para tokoh atas jasa dan pengabdiannya.

Dalam Keputusan Presiden yang dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden disebutkan, penganugerahan tanda kehormatan ini diberikan “sebagai penghargaan atas jasa-jasa yang luar biasa kepada bangsa dan negara, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang.”

Bagi Bahlil, penghargaan dari Presiden Prabowo ini menjadi yang kedua dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya, pada 17 Agustus 2024, ia juga menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputra Adipradana dari Presiden Joko Widodo, saat masih menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM. Kala itu, penganugerahan bertepatan dengan HUT ke-79 Kemerdekaan RI di Istana Negara.

Prestasi Bahlil dinilai nyata, baik saat memimpin BKPM maupun kini sebagai Menteri ESDM. Ia dianggap berjasa dalam mendorong hilirisasi mineral, penguatan investasi strategis, serta pengembangan energi baru terbarukan yang berkontribusi terhadap peningkatan kemandirian energi nasional. Kebijakan yang digagasnya menjadi salah satu fondasi penting dalam strategi pembangunan ekonomi dan energi di Indonesia.

Di tengah dinamika politik yang kerap menyeret namanya, mulai dari isu pergantian Ketua Umum Partai Golkar hingga spekulasi reshuffle kabinet, penghargaan dari Presiden Prabowo ini dipandang sebagai bentuk kepercayaan negara atas kiprahnya. Momentum ini sekaligus mematahkan isu-isu yang beredar, termasuk tudingan sejumlah pihak yang menyebut dirinya sebagai “Jokowi banget” dan ingin menjatuhkannya di hadapan Presiden Prabowo.

Bahlil sendiri dikenal sebagai sosok pekerja keras yang lahir dari keluarga sederhana di Fakfak, Papua Barat. Masa kecilnya dihabiskan dengan membantu orang tua berjualan kue, bahkan ia sempat menjadi sopir angkot demi membiayai pendidikan. Perjalanan hidupnya menanjak saat aktif di organisasi kepemudaan dan kemudian sukses membangun usaha sendiri, sebelum akhirnya masuk dalam jajaran menteri di pemerintahan Presiden Jokowi dan kini Presiden Prabowo.

Penganugerahan dua kali tanda kehormatan dari dua presiden berbeda dalam waktu berdekatan menjadi bukti konsistensi kontribusi Bahlil. Hal itu juga menunjukkan bahwa terlepas dari dinamika politik, kerja nyata dan pengabdian kepada bangsa tetap mendapatkan apresiasi.

“Pemberian penghargaan tersebut, baik oleh Presiden Jokowi maupun kini Presiden Prabowo, merupakan wujud negara menghargai jasa serta sumbangsih yang telah didedikasikan kepada rakyat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” demikian tertulis dalam pernyataan resmi yang dibacakan dalam upacara kenegaraan tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....