Musim Panen Ikan Fakfak: Strategi Jual dan Tantangan

  • 09 Des 2024 12:58 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Nelayan di Kabupaten Fakfak Papua Barat, memberikan tanggapan beragam terkait penjualan hasil tangkapan selama musim panen. La Dahlan, salah seorang nelayan di fakfak, mengungkapkan bahwa, nelayan di daerah ini kerap menjual hasil tangkapannya ke perusahaan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Langkah ini dilakukan untuk menghindari kelebihan stok di pasar lokal, yang dapat menyebabkan ikan tidak terjual habis dalam satu atau dua hari. Menurut La Dahlan, di TPI Fakfak terdapat tiga perusahaan yang menerima pembelian ikan dengan sistem timbang.

"Beberapa jenis ikan yang dijual di perusahaan ini memiliki harga yang bervariasi. Ikan kakap dan kakap sawo dihargai Rp38.000 hingga Rp48.000 per kilogram, sedangkan ikan sek atau kurisi dihargai Rp25.000 hingga Rp28.000 per kilogram. Untuk ikan moro atau tefar, harga jualnya berkisar Rp20.000 per kilogram, dan ikan koi atau mubarah dihargai Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram," terang La Dahlan.

Meski demikian, tidak semua nelayan memilih menjual hasil tangkapannya ke perusahaan. Sebagian besar lebih memilih menjual secara lokal. Para nelayan khawatir penjualan ke perusahaan dengan sistem timbang dapat merugikan karena harga yang dianggap terlalu rendah dibandingkan pasar lokal.

Langkah menjual ikan ke perusahaan dianggap sebagai alternatif untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar lokal. Namun, pilihan ini tetap menjadi dilema bagi nelayan yang harus mempertimbangkan keuntungan dan kebutuhan pasar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....