Harga Telur Naik jelang Idulfitri, Warga Fakfak Mengeluh

  • 13 Mar 2026 19:05 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, ketersediaan telur ayam di Kota Fakfak, Papua Barat, terpantau masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Meski demikian, harga telur di pasaran mengalami kenaikan hingga mendekati Rp80.000 per rak dalam beberapa hari terakhir.

Pantauan di Pasar Rakyat Thumburuni Fakfak pada Jumat, 13 Maret 2026, menunjukkan harga rata-rata telur ayam berada di kisaran Rp78.000 per rak. Kenaikan harga ini mulai dirasakan pedagang maupun pembeli menjelang meningkatnya permintaan bahan pangan menjelang Lebaran.

Salah satu pedagang di pasar tersebut, Rahmat, mengatakan bahwa harga telur saat ini memang mengalami sedikit kenaikan dibandingkan sebelumnya. Menurutnya, rata-rata harga telur yang dijual berada di kisaran Rp78.000 hingga Rp79.000 per rak.

"Ya, ada sedikit kenaikan. Sekarang rata-rata Rp78.000 sampai Rp79.000,” ujar Rahmat saat ditemui di Pasar Rakyat Thumburuni.

Rahmat menjelaskan, kenaikan harga telur sebenarnya sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu dan tidak semata-mata terjadi menjelang Lebaran. Meski begitu, ia berharap kenaikan harga tersebut tidak terlalu memberatkan masyarakat yang membeli kebutuhan dapur.

"Naiknya tidak terlalu besar, semoga tidak memberatkan pembeli,” tambahnya. Sementara itu, seorang pembeli bernama Ami Rorong mengaku harga telur baik di pasar maupun di sejumlah toko memang berada pada kisaran Rp78.000 per rak.

Ia menilai kenaikan harga sekecil apa pun tetap terasa bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga yang harus mengatur kebutuhan belanja harian.

Diketahui, pasokan telur ayam di Kabupaten Fakfak sebagian besar berasal dari daerah luar seperti Surabaya dan Sorong.

KetergantunganKetergantungan terhadap pasokan dari luar daerah tersebut kerap memengaruhi fluktuasi harga di pasar lokal, sementara hingga saat ini Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Fakfak belum terlihat melakukan langkah signifikan untuk menekan kenaikan harga komoditas tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....