Alasan Semakin Dewasa Malas ikut Bukber

  • 09 Mar 2026 07:55 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Buka bersama atau bukber selalu identik dengan suasana ramai, tawa, dan nostalgia. Saat masih sekolah atau kuliah, ajakan bukber hampir tidak pernah ditolak. Namun, semakin dewasa, banyak orang mulai merasa malas atau bahkan sengaja menghindari undangan bukber. Bukan karena tidak menghargai teman, tetapi karena ada perubahan prioritas dan cara pandang terhadap waktu serta energi.

Berikut beberapa alasan mengapa semakin dewasa seseorang cenderung malas ikut bukber,di kutip Indozone.Id

1. Energi Sosial Tidak Lagi Sebesar Dulu

Seiring bertambahnya usia, banyak orang menyadari bahwa bersosialisasi membutuhkan energi. Setelah seharian bekerja atau menjalani aktivitas yang padat, sebagian orang lebih memilih beristirahat di rumah daripada menghadiri acara yang ramai dan panjang.

2. Jadwal yang Semakin Padat

Ketika masih muda, waktu terasa lebih longgar. Namun saat sudah bekerja atau memiliki keluarga, waktu menjadi lebih terbatas. Bukber yang seringkali memakan waktu dari sore hingga malam bisa terasa melelahkan, terutama jika keesokan harinya harus kembali bekerja.

3. Lebih Selektif Dalam Bersosialisasi

Semakin dewasa, seseorang biasanya menjadi lebih selektif dalam memilih lingkungan sosial. Pertemuan dengan teman dekat yang benar-benar akrab sering terasa lebih bermakna dibandingkan menghadiri acara besar dengan banyak orang yang sudah jarang berinteraksi.

4. Tidak Suka Keramaian

Acara bukber sering berlangsung di restoran atau kafe yang penuh dan bising, apalagi di bulan Ramadan. Bagi sebagian orang, suasana seperti ini justru membuat tidak nyaman, sehingga mereka lebih memilih buka puasa dengan suasana yang lebih tenang.

5. Biaya yang Tidak Sedikit

Bukber di tempat makan populer sering kali cukup mahal. Jika undangan bukber datang dari banyak kelompok—teman sekolah, kuliah, kantor, komunitas—biaya yang harus dikeluarkan bisa cukup besar. Akhirnya, banyak orang memilih untuk membatasi atau menolak beberapa undangan.

6. Lebih Menghargai Waktu Istirahat

Semakin dewasa, orang mulai memahami pentingnya menjaga kesehatan dan kualitas istirahat. Setelah buka puasa, sebagian orang lebih memilih langsung pulang, beribadah, atau tidur lebih awal daripada harus berlama-lama di luar.

7. Menyadari Tidak Semua Pertemuan Harus Diikuti

Ada juga kesadaran bahwa menjaga hubungan tidak selalu harus lewat acara besar seperti bukber. Terkadang, ngobrol santai berdua atau bertemu dalam kelompok kecil justru terasa lebih hangat dan bermakna.

Malas ikut bukber bukan berarti seseorang menjadi antisosial atau tidak menghargai pertemanan. Justru sering kali itu menandakan seseorang sudah lebih memahami batas energi, waktu, dan prioritas dalam hidupnya. Pada akhirnya, yang terpenting bukan seberapa sering bertemu, tetapi seberapa tulus hubungan yang dijaga.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....