Ceramah Ramadhan Ustaz Said Ajak Perbanyak Taubat

  • 26 Feb 2026 10:38 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Ustaz Said Ahmad Bin Taher menyampaikan bahwa Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh kemuliaan yang sarat dengan ampunan dan rahmat dari Allah SWT. Hal itu disampaikannya saat memberikan ceramah pada malam Tarawih ke-8 di Masjid Jami Fakfak. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jemaah untuk memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.

Menurutnya, Bulan Ramadhan juga disebut sebagai Bulan Maghfirah, yang berarti bulan ampunan. Ia menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan di mana dosa-dosa dihapuskan dan doa-doa diangkat ke langit. Karena itu, setiap Muslim hendaknya menyambutnya dengan penuh keimanan dan kesungguhan dalam beribadah.

Dalam ceramahnya, Ustaz Said mengutip sabda Muhammad SAW, “Man sawma Ramadhana imanan wahtisaban ghufira lahu ma taqaddama min dzambih,” yang artinya barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Ia menjelaskan bahwa ampunan tersebut mencakup dosa setahun bahkan bertahun-tahun sebelumnya.

Ia menekankan bahwa puasa yang diterima adalah puasa yang dilandasi iman dan hanya mengharap pahala dari Allah SWT, bukan karena ingin dipuji atau dilihat orang lain. Keikhlasan menjadi kunci utama agar ibadah puasa benar-benar bernilai di sisi Allah dan menjadi sebab terhapusnya dosa-dosa.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa manusia tidak luput dari kesalahan. Mengutip hadis Rasulullah SAW, “Kullu bani Adam khatha’, wa khairul khatha’in at-tawwabun,” yang berarti setiap anak Adam pasti berbuat dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah yang bertaubat. Karena itu, Ramadhan menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak istighfar dan taubat.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengisahkan hadis ketika Nabi Muhammad SAW mengucapkan “Amin” sebanyak tiga kali saat naik mimbar. Hal itu berkaitan dengan doa Malaikat Jibril yang menyatakan celaka bagi orang yang menjumpai Ramadhan namun berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni, dan Nabi mengaminkannya. Ustaz Said menegaskan bahwa doa tersebut sangat berat karena dipanjatkan oleh makhluk yang tidak pernah berbuat dosa dan diaminkan oleh manusia terbaik.

Secara khusus, ia mengingatkan kaum muda agar tidak menyia-nyiakan bulan suci ini. Menurutnya, jika di bulan Ramadhan seseorang tidak berubah menjadi lebih baik, maka sulit mengharapkan perubahan di bulan-bulan lainnya. Ia mengajak generasi muda untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an dan meningkatkan amal ibadah.

Ustaz Said juga menyampaikan bahwa pada bulan Ramadhan setan-setan dibelenggu, doa-doa diijabah, dan pahala dilipatgandakan. Suasana pun sangat mendukung untuk berbuat kebaikan karena hampir seluruh umat Islam berlomba-lomba dalam ibadah. Oleh sebab itu, tidak ada alasan untuk bermalas-malasan.

Mengakhiri ceramahnya, ia berwasiat kepada diri sendiri dan seluruh jemaah agar memanfaatkan Ramadhan sebaik-baiknya. Ia mengingatkan agar jangan sampai termasuk golongan orang yang memasuki bulan Ramadhan namun keluar darinya tanpa memperoleh ampunan Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....