Pesantren Ramadhan MAN Fakfak Perkuat Ilmu dan Takwa
- 25 Feb 2026 11:39 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Fakfak menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 Hijriyah dalam rangka memeriahkan Bulan Suci Ramadhan tahun ini. Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula Sunan Kali Jaga dan berlangsung selama dua hari, dengan melibatkan Siswa-siswi MAN Fakfak sebagai peserta utama.
Pesantren Ramadhan ini mengusung tema yang menitikberatkan pada penguatan ilmu dan takwa sebagai fondasi utama dalam kehidupan beragama. Selama pelaksanaan kegiatan, para siswa mendapatkan pembinaan keagamaan, ceramah, serta penguatan karakter Islami.
Kepala MAN Fakfak, Kalsumi Rumatumia, dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa tema yang diangkat memiliki dua unsur penting. “Ada dua unsur penting yang kita lihat dari tema. Yang pertama adalah ilmu, yang kedua adalah takwa. Ini yang menjadi dimensi utama dalam kehidupan kita beragama Islam,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa ilmu dan takwa tidak dapat dipisahkan dari kepribadian setiap individu, baik dalam kehidupan personal maupun dalam lingkup yang lebih luas. Menurutnya, kedua dimensi tersebut harus menjadi bagian yang melekat dalam diri setiap siswa, khususnya di lingkungan MAN Fakfak.
Dalam kesempatan itu, Kalsumi juga mengutip pandangan Sahabat Nabi, Ali bin Abi Talib, terkait makna takwa. Ia menyebutkan bahwa takwa mengandung empat unsur penting yang harus dipahami dan diamalkan oleh setiap Muslim.
“Yang pertama adalah unsur kehati-hatian atau rasa takut seorang hamba kepada Allah. Artinya, dalam keseharian kita harus berhati-hati dan takut melakukan hal-hal yang tidak baik atau kemaksiatan,” jelasnya di hadapan para siswa.
Unsur kedua, lanjutnya, adalah senantiasa berpegang teguh kepada Al-Quran dalam setiap aktivitas. “Bagaimana dalam melakukan aktivitas keseharian, selantiasa menjadikan Al-Quran itu sebagai pedoman kita,” katanya. Sementara unsur ketiga adalah rida dan ikhlas atas setiap rezeki yang diberikan Allah SWT, serta mensyukuri setiap nikmat yang diterima.
Adapun unsur keempat adalah menyiapkan diri untuk menghadapi kematian. “Kematian itu tidak ada satu makhluk pun yang mampu membendung. Oleh karena itu, mari kita berikhtiar menyiapkan diri ketika kematian itu datang, kita sudah siap,” tegas Kalsumi.
Ia menambahkan, ilmu merupakan penerang dalam menjalani kehidupan, sedangkan takwa menjadi pembendung agar ilmu tersebut tidak disalah gunakan. “Ilmu itu penerang jalan kita, takwa itu adalah pembendungnya. Oleh karena itu, tema kita hari ini sangat relevan dengan tantangan yang kita hadapi sekarang dan ke depan,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....