Ustad Utsman Jelaskan Tiga Hikmah Puasa Ramadan
- 23 Feb 2026 10:47 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Ustad Utsman Abdul Malik menyampaikan tiga pelajaran penting dalam ceramah Tarawih malam kelima Ramadan di Masjid Jami Kabupaten Fakfak, Minggu malam. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya memahami makna puasa tidak hanya sebatas kewajiban, tetapi juga sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Pada poin pertama, Ustad Utsman menjelaskan bahwa Rasulullah SAW menggunakan diksi “imanan” yang berarti dengan keimanan. Menurutnya, keimanan bukan sekadar mengetahui bahwa puasa itu wajib, tetapi bagaimana puasa tersebut mampu membentuk pribadi yang lebih bertakwa. “Kalau kita berbicara tentang keimanan, itu bukan hanya tahu puasa itu wajib atau tidak,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia menambahkan, banyak orang yang mengetahui kewajiban puasa, namun tidak menjadikan ibadah tersebut sebagai momentum memperbaiki diri. “Berapa banyak orang di luar sana yang mereka tahu bahwasannya puasa itu wajib, tapi tidak menjadikan dirinya semakin bertakwa kepada Allah SWT,” katanya.
Mengutip sebuah hadis Rasulullah SAW, Ustad Utsman menegaskan bahwa puasa harus dijalankan dengan landasan iman. Ia mengingatkan bahwa Allah SWT telah membuka pintu ampunan dan pintu kebaikan seluas-luasnya di bulan Ramadan. “Maka dari itu ketika kita menjalankan ibadah puasa, kita sertai dengan keimanan kita, bukan hanya sekadar bahwasannya puasa ini wajib,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan peringatan keras dalam hadis tentang orang yang merugi di bulan Ramadan. “Sungguh celaka orang yang masuk bulan Ramadan, kemudian keluar darinya namun tidak mendapatkan ampunan dari Allah SWT,” ungkapnya, seraya menyebut doa Malaikat Jibril yang diaminkan oleh Rasulullah SAW terhadap golongan tersebut.
Poin kedua yang disampaikan adalah pentingnya kesungguhan dan keyakinan dalam beribadah. Ia mengutip penjelasan Imam An-Nawawi mengenai makna “ihtisaban”, yakni beramal dengan penuh keyakinan dan berharap ridha Allah SWT. “Kita sungguh-sungguh disertai keyakinan bahwasannya ibadah puasa kita untuk Allah dan diterima oleh Allah SWT. Urusan pahala itu biar Allah yang menentukan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa seorang hamba harus yakin setiap amal yang dilakukan adalah untuk Allah semata. Besar atau kecilnya pahala sepenuhnya menjadi hak prerogatif Allah SWT. “Yang penting kita yakin bahwasannya kita ini beramal untuk Allah, dan Allah menerima amalan kita,” katanya.
Pada poin ketiga, Ustad Utsman menjelaskan tentang makna dosa-dosa yang diampuni sebagaimana disebut dalam hadis. Ia menerangkan bahwa yang diampuni adalah dosa-dosa yang berkaitan dengan hubungan seorang hamba dengan Allah SWT, seperti dosa karena lupa, tidak tahu, atau dosa-dosa kecil. “Tidak ada dosa yang diampuni yang kaitannya dengan manusia, kecuali manusia tersebut memaafkan kita,” tegasnya.
Mengakhiri ceramahnya, ia mengajak jamaah memanfaatkan sisa hari Ramadan untuk memperbanyak ibadah dan saling memaafkan. “Mumpung masih ada kesempatan, mari kita saling memaaf-maafkan, saling meridai, jangan saling bermusuh-musuhan, agar ibadah puasa kita diberikan pahala yang sempurna di sisi Allah SWT,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....