Mural Bendera Dunia Warnai Terminal Lama Thumburuni Fakfak

  • 29 Mei 2026 04:45 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.iD, Fakfak - Menjelang bergulirnya ajang Piala Dunia 2026, semangat sepak bola dunia mulai terasa hingga ke Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Kreativitas anak muda tampak menghiasi kawasan Terminal Lama Pasar Thumburuni, Kelurahan Fakfak Selatan, yang kini disulap menjadi ruang seni bertema sepak bola internasional.

Sejumlah pemuda yang tergabung dalam komunitas Chozlet Kreatif Thumburuni melakukan pengecatan pada dinding (Mural) bendera negara peserta Piala Dunia di sepanjang dinding terminal yang sebelumnya terlihat kusam dan terbengkalai. Aksi tersebut menarik perhatian warga yang melintas di kawasan pasar.

Pantauan di lokasi, belasan mural bendera negara mulai menghiasi tembok terminal, di antaranya Argentina, Brasil, Jerman, Spanyol, Inggris, Prancis, Belanda, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Meksiko hingga Senegal. Warna-warni mural menghadirkan suasana baru yang lebih hidup di kawasan itu.

Salah satu penggerak komunitas, Yan R Hukubun, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kreativitas pemuda dalam menyambut pesta sepak bola terbesar dunia sekaligus mempercantik lingkungan sekitar pasar. Menurutnya, mural menjadi media untuk menyalurkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap sepak bola.

“Kami dari pemuda Chozlet Kreatif Thumburuni ingin mempercantik dinding terminal menjelang Piala Dunia 2026 dengan kreativitas dan inovasi,” ujar Yan saat ditemui di lokasi kegiatan.

Ia menjelaskan seluruh proses pengecatan dilakukan secara swadaya oleh para pemuda komplek. Selain mengumpulkan dana secara mandiri, pengerjaan mural juga dilakukan secara gotong royong oleh anak-anak muda setempat yang berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan dan pendidikan.

“Ke depan, kami berencana menambah ornamen khas Piala Dunia 2026, memasang lampu hias, serta bendera agar suasana semakin semarak. Kami berharap ada perhatian dan dukungan agar kawasan ini bisa menjadi titik nonton bareng Piala Dunia bagi masyarakat,” kata Yan.

Ia menambahkan, semangat sepak bola di Papua menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya kreativitas pemuda daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....