Tembok Terminal Thumburuni Disulap Jadi Spot Bertema Piala Dunia

  • 26 Mei 2026 11:29 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Menjelang perhelatan Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026, warga di Kelurahan Fakfak Selatan, Distrik Fakfak, Kabupaten Fakfak, mulai menunjukkan antusiasme mereka dengan mengecat tembok pembatas Terminal Thumburuni menggunakan gambar bendera negara-negara peserta Piala Dunia.

Pengecatan dilakukan di sepanjang pagar terminal, mulai dari bagian bawah hingga ke tembok bagian atas. Berbagai warna mencolok dari bendera negara peserta menghiasi kawasan tersebut dan menarik perhatian masyarakat yang melintas di sekitar terminal.

Kepala Kelurahan Fakfak Selatan, Zaskia Madu, menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk kreativitas anak muda dalam menyambut pesta sepak bola terbesar di dunia. Menurutnya, euforia Piala Dunia yang hadir setiap empat tahun sekali mampu mendorong semangat berkarya di kalangan generasi muda.

“Saya melihat bahwa itu sebagai kreativitas dari semangat olahraganya anak muda. Jadi pesta setiap empat tahun sekali ini memang memberikan euforia yang sangat besar. Artinya mereka punya kreativitas dan saya mendukung kreativitas yang mereka miliki,” ujar Zaskia.

Ia menegaskan, kegiatan pengecatan tetap harus memperhatikan ketertiban umum dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun arus lalu lintas di sekitar terminal. Selain itu, kawasan yang dicat diharapkan tetap terlihat rapi dan artistik sehingga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi warga.

“Sepanjang itu tidak mengganggu ketertiban umum, tidak mengganggu arus lalu lintas, dan lingkungannya bisa dibuat lebih rapi serta artistik, saya rasa itu bagus. Bisa jadi spot buat masyarakat juga,” katanya.

Kepala Kelurahan Fakfak Selatan, Zaskia Madu,

Zaskia menjelaskan, para pemuda sebelumnya juga telah diminta berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan karena pagar yang digunakan merupakan aset milik instansi tersebut. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan yang pada prinsipnya mendukung kegiatan tersebut selama dilakukan di luar area utama terminal.

Menurutnya, kegiatan pengecatan bendera sebenarnya sudah dimulai sejak Mei 2026 dan dilakukan secara bertahap menggunakan cat seadanya. Ia bahkan turut membantu para pemuda dengan dukungan seperlunya agar kegiatan tetap berjalan. Tradisi serupa, kata dia, juga pernah dilakukan saat penyelenggaraan Piala Dunia empat tahun lalu.

Selain pengecatan tembok, warga dan pemuda setempat kini mulai merencanakan kegiatan nonton bareng pertandingan Piala Dunia di kawasan terminal. Namun rencana tersebut masih akan dibahas lebih lanjut, termasuk terkait perizinan, lokasi, hingga kebutuhan fasilitas seperti layar proyektor dan akses siaran pertandingan. “Beberapa bilang mau bikin nobar di terminal. Jadi harus atur izin dulu di perhubungan, kemudian lihat apa saja yang bisa dibantu, termasuk kebutuhan in-focus dan siaran pertandingan,” tutur Zaskia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....