Penyebab Tangan Sering Kesemutan saat Naik Motor

  • 30 Mei 2026 15:35 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Berkendara dengan sepeda motor merupakan aktivitas yang menuntut koordinasi tubuh secara terus-menerus, terutama pada bagian tangan yang berfungsi mengendalikan setang, tuas rem, dan gas kendaraan, dalam perjalanan yang berlangsung cukup lama, sebagian pengendara kerap mengalami keluhan berupa rasa kaku, baal, hingga kesemutan pada telapak tangan dan jari-jari. Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga dapat mengurangi konsentrasi serta memengaruhi kemampuan pengendara dalam mengendalikan kendaraan secara optimal, oleh karena itu berbagai perubahan sensasi pada tangan saat berkendara tidak seharusnya dianggap sebagai hal yang normal atau diabaikan begitu saja.

Secara khusus keluhan kesemutan yang muncul setelah berkendara selama beberapa waktu dapat menjadi tanda adanya tekanan berlebih pada saraf, pembuluh darah, maupun otot di area tangan dan pergelangan, tekanan yang terjadi secara terus-menerus akibat posisi berkendara yang kurang ergonomis, getaran kendaraan, atau beban tubuh yang bertumpu pada tangan dapat menghambat aliran darah dan mengganggu fungsi saraf. Akibatnya pengendara akan merasakan sensasi kebas, kesemutan, bahkan berkurangnya kekuatan genggaman yang dapat memengaruhi keselamatan selama perjalanan, oleh sebab itu memahami penyebab dan faktor risiko kondisi tersebut menjadi langkah penting untuk mencegah gangguan yang lebih serius serta menjaga kenyamanan dan keamanan saat berkendara.

Berikut penyebab tangan sering kesemutan saat naik motor dikutip dari laman idntimes.com :

1. Posisi Pergelangan Tangan yang Kurang Ergonomis

Salah satu penyebab utama munculnya kesemutan saat mengendarai sepeda motor adalah posisi pergelangan tangan yang tidak ideal dalam waktu yang cukup lama. Ketika pengendara menggenggam setang dan mengoperasikan tuas gas, pergelangan tangan sering kali berada dalam posisi menekuk secara terus-menerus. Kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan pada jaringan, saraf, dan pembuluh darah yang berada di sekitar area pergelangan. Tekanan yang berlangsung dalam waktu lama berpotensi mengganggu fungsi saraf median yang berperan dalam memberikan sensasi pada ibu jari, telunjuk, dan jari tengah. Akibatnya, pengendara dapat merasakan gejala seperti kesemutan, kebas, atau berkurangnya sensitivitas pada jari-jari tangan. Jika tidak diatasi melalui perbaikan posisi berkendara, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan yang lebih serius dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

2. Paparan Getaran Kendaraan Secara Berkelanjutan

Getaran yang dihasilkan oleh mesin dan permukaan jalan juga menjadi salah satu faktor yang dapat memicu kesemutan pada tangan. Selama berkendara, getaran tersebut diteruskan melalui setang dan diterima secara langsung oleh telapak tangan. Pada kendaraan tertentu, terutama yang memiliki tingkat getaran cukup tinggi, paparan ini dapat dirasakan secara lebih signifikan oleh pengendara. Getaran yang terjadi secara terus-menerus dapat memengaruhi aliran darah dan fungsi saraf pada tangan. Akibatnya, suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan saraf menjadi kurang optimal sehingga memunculkan sensasi kesemutan, kebas, atau rasa tidak nyaman pada ujung jari. Kondisi ini merupakan respons alami tubuh terhadap tekanan dan gangguan yang terjadi pada jaringan tangan selama berkendara.

3. Genggaman Setang yang Terlalu Kuat

Banyak pengendara tanpa sadar menggenggam setang motor dengan tekanan yang berlebihan, terutama saat menghadapi kondisi lalu lintas padat, jalan yang tidak rata, atau ketika merasa tegang selama perjalanan. Kebiasaan ini membuat otot-otot tangan dan lengan bawah bekerja secara terus-menerus tanpa kesempatan untuk beristirahat dan rileks. Ketegangan otot yang berlangsung dalam waktu lama dapat menekan pembuluh darah dan menghambat sirkulasi darah menuju area tangan. Selain menyebabkan kelelahan otot, kondisi tersebut juga dapat memicu munculnya kesemutan, kebas, bahkan kram pada tangan. Oleh karena itu, menjaga genggaman setang tetap rileks dan tidak berlebihan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kenyamanan serta mengurangi risiko gangguan pada tangan selama berkendara.

Kesemutan pada tangan saat mengendarai sepeda motor bukanlah kondisi yang dapat dianggap sepele, terutama jika terjadi secara berulang atau berlangsung dalam waktu yang lama. Berbagai faktor, mulai dari posisi berkendara yang kurang ergonomis, paparan getaran kendaraan, hingga kebiasaan menggenggam setang terlalu kuat, dapat menjadi pemicu utama munculnya keluhan tersebut. Dengan memahami penyebabnya dan menerapkan teknik berkendara yang lebih nyaman, pengendara dapat mengurangi risiko gangguan pada saraf dan pembuluh darah serta menjaga keselamatan selama perjalanan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....