Rajanya Kakatua Cantik dan Unik

  • 01 Mei 2024 09:21 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Burung cantik asal dari Papua yang satu ini tentunya sudah tidak asing kita melihatnya, mereka muncul di uang koin Rp.100. Mereka adalah plm cockatoo atau dikenal sebagai kakatua raja, merupakan sepsis kakatua besar, selain hidup di Papua burung ini juga dapat di jumpai di Australia utara. Beberapa keunikan dari burung kakatua raja yang di kutip dari idmtimes.com.

Burung ini memiliki panjang tubuh sekitar 55 hingga 60 cm dan beratnya 910 hingga 1200 gram. Burung ini mudah dikenali dari bulunya yang berwarna gelap kehitaman dengan bagian pipi berwarna merah. Uniknya, warna kulit pipi kakaktua raja bisa berubah sesuai mood dan kondisi kesehatannya. Selain itu, mereka juga punya jambul yang bisa berdiri setinggi 15 sentimeter.

Paruh pada burung kakatua lebih besar dan lebih kuat dari kakatua lainnya sehingga mereka bisa merobek buah pandanus yang bahkan manusia harus menggunakan kapak untuk memanennya. Bentuk dan ukuran paruh yang kontras antara bagian atas dan bawah membuat kakaktua raja gak bisa menutup mulutnya dengan sempurna. Kalau kamu perhatikan, paruh bagian atasnya memiliki pinggiran bergelombang. Ternyata itu memudahkannya saat makan Burung ini ahli makan kacang-kacangan dan biji-bijian berukuran besar dengan cangkang keras. Lidahnya bisa menahan makanan pada paruh bagian atas, sementara paruh bagian bawah bertugas memecahkannya. Kemampuannya ini membuat kakaktua raja bisa mengakses berbagai macam makanan yang tidak bisa dimakan oleh jenis kakaktua lain.

Kakaktua raja termasuk salah satu burung yang berumur panjang. Dilansir laman Beauty of Birds, kakaktua raja yang hidup di penangkaran bisa hidup hingga usia 90 tahun! Sementara itu, mereka yang hidup di alam liar biasanya mencapai usia 40—60 tahun. Burung ini punya tingkat reproduksi yang rendah. Betina cuma menghasilkan satu telur saja setiap beberapa tahun.

Uniknya kakatua raja memilih bersarang di pohon mati yang atasnya terbuka Kakaktua raja membangun sarangnya dari ranting-ranting yang dijatuhkan ke dalam lubang usai dipecah ke ukuran kecil. Ranting-ranting ini kemudian menumpuk membentuk sarang yang tinggi sehingga telurnya tidak akan tenggelam kalau air hujan menggenang.

Kalau sebagian besar hewan menggunakan alat untuk berburu atau mencari makan, kakaktua raja justru melakukannya untuk menarik perhatian betina. Jantan akan mencari tongkat kayu terbaik untuk diketuk-ketukkan ke lubang pohon yang ditemukannya.Selain itu, tiap ekor punya gayanya sendiri-sendiri. Dilansir laman Forbes, analisis menunjukkan kalau tiap individu punya gaya dan iramanya sendiri-sendiri. Jadi, setiap individu bisa dikenali dari irama ketukannya. Para ilmuwan berpendapat kalau kakaktua raja jantan melakukan ini untuk menunjukkan pada betina incaran kalau lubang pohon miliknya cukup kuat dan layak untuk bersarang. Beberapa juga berpendapat kalau burung ini melakukannya untuk menunjukkan wilayah teritorialnya.

Burung kakatua raja termasuk hewan yang setia,kakatua raja hanya akan memiliki satu pasangan seumur hidupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....