Filosofi Sepatu Dalam Kehidupan Manusia
- 24 Apr 2024 20:16 WIB
- Fak Fak
KBRN, Fakfak : Pada dasarnya, sebuah sepatu yang kita kenakan itu tidak hanya sekadar alas kaki saja kok. Ada banyak filosofi alias pemikiran mendalam akan arti dari keberadaannya. Umumnya, filosofi dari sebuah sepatu akan berkenaan dengan kisah asmara, pasangan hidup, hingga pernikahan. Mengapa begitu? Sebab sepatu itu ‘kan diciptakan berpasangan antara kanan dan kiri. Sama halnya dengan manusia yang hidup di dunia ini, diciptakan oleh Tuhan untuk berpasang-pasangan.
Suatu sepatu itu harus pas dengan pasangannya, jika tidak, akan terasa tidak enak ‘kan ketika dikenakan? Nah, sama pula dengan manusia, jika bukan jodohnya pun ketika berjalan bersama, tetap akan terpisah.
Lantas, apa saja ya filosofi yang dimiliki dari sebuah sepasang sepatu itu? Yuk simak ulasannnya seperti yang dilansir dari gramedia blog :
Filosofi Sepatu Dalam Sebuah Hubungan
1. Tak Pernah Sama, Tetapi Saling Melengkapi
Yap, sama halnya dengan sepatu yang tidak pernah memiliki sisi yang sama, tetapi keduanya tetap saling melengkapi satu sama lain. Coba bayangkan jika sebuah sepatu itu hanya memiliki sisi sebelah kanan saja, pasti akan sulit untuk digunakan berjalan ‘kan?
Sepatu memang diciptakan saling melengkapi satu sama lain, begitu juga dengan sebuah hubungan. Kemanapun perginya, sisi sebelah kanan akan selalu melengkapi sisi sebelah kiri dan berjalan beriringan. Bahkan jika salah satunya hilang atau tidak ada, pasti sepatu itu menjadi tidak berarti lagi
2. Bak Pasangan Serasi
Keberadaan sepatu menjadi contoh bahwa pasangan itu harus serasi. Memang tidak harus sama, tetapi harus serasi dan melengkapi satu sama lain. Sepatu pun demikian, berangkat dan menuju tujuan yang sama secara bersama-sama. Coba saja memasangkan sisi sebelah sepatu dengan pasangan sepatu lainnya, pasti tidak akan serasi ‘kan? Sama halnya dengan sebuah hubungan yang mana harus serasi dan tentu saja berjodoh satu sama lain.
3. Memiliki Persamaan Derajat
Sepasang sepatu itu tidak akan pernah merasa bahwa dirinya lebih tinggi maupun lebih hebat dari pasangannya. Pastilah keduanya memiliki derajat yang sama. Jika salah satu sisinya berada di puncak gunung, maka sisi sebelahnya pasti akan turut mendampinginya. Bahkan, salah satu sisi sepatu tidak akan meninggalkan satu sisi lainnya hanya karena dirinya merasa lebih baik.
4. Saling Pengertian Satu Sama Lain
Sebuah sepatu itu pada dasarnya memiliki sifat yang saling pengertian kok. Sepasang sepatu memang tidak akan mungkin melangkah secara bersama-sama, tetapi mereka berjalan secara bergantian. Keduanya seolah memahami akan mana yang harus berjalan terlebih dahulu dan bergantian dengan pasangannya, sehingga akan menciptakan keselarasan yang indah. Nah, dengan saling mengerti satu sama lain itulah yang menjadikan sepasang sepatu mampu mencapai tujuan yang sama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....