Ebi: Kecil yang Punya Rasa Besar

  • 19 Mei 2025 13:21 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Di tengah tren masakan instan dan modern, bahan-bahan tradisional kembali mendapat tempat di hati para pecinta kuliner. Salah satu bumbu dapur yang kembali naik daun adalah ebi, atau udang kecil kering yang telah lama menjadi andalan dalam masakan Nusantara.

Ebi, yang biasanya terbuat dari udang rebon atau udang kecil yang dikeringkan dan diasinkan, terkenal karena aromanya yang khas dan rasa umami yang kuat. Di Indonesia, ebi kerap digunakan dalam sambal, tumisan, hingga isi lemper dan bakwan. Tak hanya memperkaya rasa, ebi juga menjadi simbol kekayaan kuliner laut Indonesia.

Menurut Chef Yuda Bustara, ebi adalah “penyumbang rasa gurih alami yang tidak tergantikan.” Ia juga menyebutkan bahwa ebi sangat cocok dengan selera masyarakat Indonesia yang menyukai cita rasa yang kuat dan berlapis.

Tak hanya di Indonesia, ebi juga punya tempat tersendiri di kuliner Jepang, dikenal dengan sebutan sakura ebi, yang biasa dijadikan topping ramen atau campuran tempura.

Namun, para ahli pangan mengingatkan agar konsumsi ebi tetap dibatasi dalam jumlah wajar karena kandungan natriumnya yang tinggi. "Meski lezat dan bergizi, ebi adalah bahan yang telah melalui proses pengawetan garam. Konsumsi berlebihan bisa memengaruhi tekanan darah," kata dr. Intan Pratiwi, ahli gizi dari Universitas Indonesia.

Dengan meningkatnya minat terhadap makanan tradisional dan olahan laut, ebi tampaknya tidak hanya menjadi bumbu dapur biasa, tetapi juga simbol kebangkitan warisan kuliner Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....