Kedai UMM Naya Pertahankan Cita Rasa Tradisional lewat Bungkus Daun Pisang

  • 17 Mei 2026 13:45 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pelaku UMKM di Kabupaten Fakfak terus menunjukkan kreativitas dalam mempertahankan usaha di tengah perkembangan era digital. Salah satunya dilakukan Varida Ariani, owner Kedai UMM Naya, yang menjadi narasumber dalam program “Dialog Ekonomi Digital” RRI Fakfak dengan tema “Nasi Kuning Daun Pisang di Era Digital: Tradisional tapi Modern.”

Varida menceritakan, dirinya mulai merintis usaha sejak tahun 2016 dengan menjual aneka kue secara online. Seiring perjalanan waktu, ia kemudian melanjutkan usaha sang mama dengan berjualan nasi kuning pada tahun 2023. Dari situlah ia mulai mengembangkan ciri khas tersendiri agar usahanya memiliki nilai berbeda dibanding penjual lainnya.

Keunikan nasi kuning miliknya terletak pada penggunaan daun pisang sebagai pembungkus. Di tengah banyaknya penjual yang beralih menggunakan bungkus nasi maupun styrofoam, Varida memilih tetap mempertahankan cara tradisional tersebut karena dinilai lebih unik, ramah lingkungan, sekaligus mampu menekan biaya produksi.

Nasi kuning daun pisang kedai Umm Naya (Foto: Fb daffainayahstore)

“Selain lebih khas, saya juga memanfaatkan daun pisang yang tersedia di sekitar rumah, jadi tidak perlu beli lagi. Tinggal ambil saja, sehingga bisa menghemat ongkos produksi,” ujarnya.

Ia mengatakan, harga nasi kuning yang dijual masih tergolong standar dan terjangkau bagi masyarakat, yakni mulai dari Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per porsi. Usahanya berlokasi di kawasan Taman Satu Tungku Tiga Batu, Fakfak, dan setiap hari ia memproduksi sekitar lima kilogram nasi kuning yang dikerjakan sendiri.

Varida juga menjelaskan bahwa aktivitas berjualan dilakukan setiap pagi mulai pukul 06.30 WIT. Selain melayani pembelian langsung, dirinya turut memanfaatkan platform digital untuk menerima pesanan secara online melalui WhatsApp dan Facebook @daffainayahstoe dengan ongkos kirim menyesuaikan jarak pemesanan.

Meski persaingan bisnis kuliner cukup ketat, Varida mengaku tetap optimistis menjalankan usahanya. Baginya, setiap orang memiliki rezeki masing-masing, terlebih setelah melewati berbagai tantangan dan jatuh bangun dalam berusaha.

“Saya percaya setiap orang punya rezekinya sendiri. Yang penting tetap berusaha dan jangan mudah menyerah. Saya juga bersyukur karena beberapa tokoh penting, termasuk Ibu Bupati, pernah membeli dan makan langsung di tempat kami. Itu menjadi kebanggaan tersendiri,” katanya.

Di akhir dialog, Varida turut membagikan pesan kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin memulai usaha di era ekonomi digital. Menurutnya, kunci utama dalam membangun usaha adalah konsistensi dan komitmen.

“Kalau mau usaha, harus konsisten jualan. Walaupun kadang sepi, tetap jalani dan jangan berhenti. Dari konsistensi itu nantinya usaha bisa berkembang menuju kesuksesan,” pesannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....