Kualitas Udara Memburuk, Dinkes Soroti Risiko ISPA
- 07 Okt 2026 14:37 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Fakfak, Papua Barat, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan perlindungan kesehatan di tengah kondisi kualitas udara yang dinilai sangat tidak sehat akibat kabut asap. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga dengan riwayat penyakit pernapasan diminta mendapat perhatian lebih untuk menghindari paparan asap.
Kepala Dinkes Kabupaten Fakfak, dr. Maulana Patiran, mengatakan paparan kabut asap berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia. Karena itu, masyarakat diminta melakukan langkah mitigasi dengan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
"Selain menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar ruangan, sebagai langkah mitigasi agar masyarakat tidak mengidap penyakit ISPA dan gangguan penyakit lainnya, termasuk pneumonia, diimbau membatasi aktivitas luar ruangan," kata Maulana.
Menurut Maulana, masyarakat yang membutuhkan masker dapat memperolehnya secara gratis di puskesmas terdekat sesuai domisili masing-masing. Dinkes Fakfak juga telah mendistribusikan masker secara luas kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak kesehatan akibat paparan kabut asap.
| Baca juga: Mengatasi Bayi yang Terpapar Batuk Flu |
Selain mengurangi paparan asap, masyarakat juga diminta menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca panas dan kering. Maulana mengimbau warga mencukupi kebutuhan cairan dengan mengonsumsi air mineral serta memperbanyak sayur dan buah untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.
Maulana secara khusus meminta warga yang memiliki penyakit pernapasan seperti asma dan penyakit paru kronis untuk menghindari lokasi yang dipenuhi kabut asap. "Masyarakat sebisa mungkin menghindari area atau lokasi yang berkabut asap. Kalau bisa, menahan diri di dalam rumah tertutup untuk mengurangi paparan asap secara langsung. Kalau terpaksa keluar, rutin memakai masker," ujarnya.
Terkait aktivitas belajar anak di tengah memburuknya kualitas udara, Maulana menyebut keputusan mengenai pembatasan kegiatan sekolah merupakan kewenangan Dinas Pendidikan. Namun, Dinkes tetap memberikan perhatian terhadap kondisi udara yang saat ini tergolong sangat tidak sehat dan meminta masyarakat, khususnya kelompok rentan, mengurangi paparan asap untuk mencegah munculnya gangguan kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....