Anak Lebih Rentan Terpapar Asap Kebakaran Hutan
- 29 Sep 2026 05:43 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak – Anak-anak menjadi kelompok yang perlu mendapat perlindungan ketika kualitas udara menurun akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berkaitan dengan sistem pernapasan anak yang masih berkembang dan frekuensi napas yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa.
Dokter Spesialis Anak, dr. Diah Ayu Pitaloka, M.Ked.Klin., Sp.A, menjelaskan asap kebakaran mengandung berbagai zat yang dapat mengganggu kesehatan. Salah satunya adalah PM2,5, yaitu partikel halus berukuran sangat kecil yang dapat terdapat dalam asap pembakaran dan masuk ke saluran pernapasan.
“Anak secara fisiologis hitungan napasnya lebih banyak daripada orang dewasa. Paru-paru dan saluran pernapasannya juga masih dalam tahap perkembangan, sehingga anak lebih rentan menghirup partikel yang berbahaya,” jelas Diah dalam Dialog Interaktif Fakfak Menyapa di Pro 1 RRI Fakfak.
Menurutnya, paparan asap dapat menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan anak. Karena itu, anak berusia di atas dua tahun yang harus beraktivitas di luar rumah perlu menggunakan masker yang sesuai ukuran dan menutupi hidung serta mulut dengan baik. Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dikurangi ketika kualitas udara buruk.
Sementara untuk bayi dan anak di bawah dua tahun, perlindungan lebih diutamakan dengan mengurangi paparan asap dari lingkungan. Orang tua dapat menjaga agar rumah tetap terlindung dari masuknya asap dan memastikan udara di dalam rumah tetap sebaik mungkin.
Diah mengingatkan orang tua untuk tidak menunggu kondisi anak memburuk apabila mulai muncul keluhan. “Kalau anak muncul batuk, sesak atau demam, jangan ditunggu. Segera diperiksakan,” tegasnya.
Selain kualitas udara, Diah mengatakan dampak karhutla juga perlu diperhatikan dari perubahan kualitas lingkungan. Perubahan kualitas udara, air dan lingkungan dapat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, sehingga pencegahan perlu dilakukan sejak awal.
Ia mengajak masyarakat tidak memperparah kondisi lingkungan dengan aktivitas pembakaran hutan maupun lahan. Perlindungan anak, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama selama kualitas udara masih terdampak asap karhutla.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....