sebelum Memakai Kuteks, Kenali Dulu: Kandungan, Risiko, dan Cara Penggunaan yang Aman

  • 30 Sep 2026 10:45 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Kuteks atau cat kuku merupakan salah satu produk kosmetik yang digunakan untuk memberikan warna dan lapisan pada kuku. Pilihan warnanya sangat beragam, mulai dari warna natural hingga warna-warna cerah yang menarik perhatian.

Namun, di balik penggunaannya yang terlihat sederhana, kuteks tetap merupakan produk kosmetik yang mengandung berbagai bahan kimia. Karena itu, penggunaan yang tepat penting dilakukan agar kuku dan kulit di sekitarnya tetap terjaga.

Mengenal Kandungan dalam Kuteks

Kuteks umumnya mengandung beberapa jenis bahan dengan fungsi yang berbeda. Ada bahan yang berfungsi sebagai pelarut, pembentuk lapisan, pewarna, maupun bahan tambahan agar kuteks lebih mudah diaplikasikan dan menempel pada permukaan kuku.

Menurut laman alodokter.com beberapa bahan yang dapat ditemukan pada produk kuku antara lain formaldehida atau bahan yang berkaitan dengannya, resin tertentu, serta berbagai jenis pelarut. FDA menjelaskan bahwa beberapa bahan dalam produk kuku dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi pada orang tertentu. Karena itu, membaca daftar bahan dan petunjuk penggunaan pada kemasan menjadi langkah penting sebelum memakai produk.

Perlu diingat, adanya nama bahan kimia pada label tidak otomatis berarti produk tersebut berbahaya. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana produk tersebut digunakan, apakah sesuai petunjuk, serta apakah pengguna memiliki sensitivitas terhadap bahan tertentu.

Apa Saja Risiko Penggunaan Kuteks?

Pada sebagian orang, produk kuku dapat menimbulkan iritasi atau reaksi alergi. Reaksinya bisa berupa kemerahan, rasa gatal, perih, atau perubahan pada kulit di sekitar kuku.

Penggunaan produk tertentu secara berlebihan juga dapat membuat kuku terasa lebih kering atau rapuh. FDA, misalnya, mencatat bahwa penggunaan nail hardener yang mengandung formaldehida terlalu sering dapat membuat kuku lebih mudah menjadi rapuh dan mengelupas.

Risiko juga dapat muncul apabila kuteks mengenai mata, tertelan, atau digunakan di ruangan dengan ventilasi yang buruk. Karena itu, FDA menyarankan penggunaan produk kuku di tempat dengan sirkulasi udara yang baik serta mengikuti peringatan pada label.

Jangan Abaikan Kondisi Kuku

Sebelum memakai kuteks, perhatikan kondisi kuku terlebih dahulu. Jika kuku atau kulit di sekitarnya sedang mengalami masalah seperti luka, iritasi, atau tanda infeksi, sebaiknya jangan menutupinya dengan produk kosmetik.

American Academy of Dermatology juga menyarankan agar kutikula tidak dipotong atau didorong secara paksa karena kutikula membantu melindungi kuku dari infeksi.

Jadi, merawat kuku bukan hanya soal memilih warna kuteks, tetapi juga menjaga kondisi kuku dan kulit di sekitarnya.

Cara Menggunakan Kuteks dengan Lebih Aman

Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan ketika menggunakan kuteks.

Pertama, baca label produk.

Perhatikan komposisi, petunjuk penggunaan, peringatan, serta tanggal kedaluwarsa atau informasi masa penggunaan jika tersedia. Jangan mengabaikan peringatan yang tercantum pada kemasan.

Kedua, gunakan di tempat dengan sirkulasi udara yang baik.

Bahan pelarut pada produk kuku dapat menghasilkan uap, sehingga penggunaan di ruangan yang memiliki ventilasi baik merupakan langkah pencegahan yang penting.

Ketiga, hindari kontak dengan kulit sebanyak mungkin.

Produk tertentu dapat menyebabkan sensitisasi atau alergi pada sebagian orang. Karena itu, aplikasikan sesuai petunjuk dan hindari penggunaan pada kulit yang sedang terluka atau mengalami iritasi.

Keempat, jangan berbagi produk atau alat perawatan kuku sembarangan.

Menjaga kebersihan produk dan alat dapat membantu mengurangi risiko masalah pada kuku maupun kulit. Untuk perawatan kuku di salon, perhatikan pula kebersihan tempat dan alat yang digunakan.

Kelima, jangan terus digunakan jika muncul reaksi yang tidak biasa.

Jika setelah memakai kuteks muncul kemerahan, gatal, rasa terbakar, bengkak, atau keluhan lain yang mengganggu, hentikan penggunaan dan mintalah bantuan orang tua atau wali serta tenaga kesehatan bila keluhannya menetap atau berat. BPOM juga mengingatkan konsumen untuk menghentikan penggunaan kosmetik apabila muncul efek samping yang tidak diinginkan.

Cek KLIK Sebelum Membeli

Di Indonesia, BPOM mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip Cek KLIK, yaitu Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli atau menggunakan kosmetik. Imbauan ini semakin penting ketika membeli produk melalui platform digital.

Jangan hanya tergoda karena warnanya menarik atau harganya murah. Pastikan kemasan masih dalam kondisi baik, informasi produk jelas, dan produk memiliki izin edar sesuai ketentuan.

BPOM juga secara berkala menemukan kosmetik yang tidak memenuhi persyaratan keamanan. Pada pengawasan triwulan II tahun 2026, misalnya, BPOM mengumumkan temuan 14 produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan/atau bahan yang dilarang.

Kuteks Boleh, Asal Bijak Menggunakannya

Menggunakan kuteks sebenarnya tidak perlu menjadi sesuatu yang dikhawatirkan secara berlebihan. Yang penting adalah memahami bahwa kuteks merupakan produk kosmetik yang harus digunakan sesuai petunjuk.

Mulai dari memilih produk yang jelas, membaca label, memastikan kemasan dan izin edarnya, menggunakan di tempat yang memiliki ventilasi baik, sampai menghentikan pemakaian ketika muncul reaksi yang tidak biasa.

Jadi, sebelum memilih warna favorit, jangan lupa cek dulu produknya. Karena kuku yang terawat bukan hanya soal warna yang menarik, tetapi juga tentang kebiasaan menggunakan produk kosmetik secara aman dan bertanggung jawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....