Apa yang Terjadi pada Otak saat Kita Tidur? Menelusuri Hubungan Tidur dan Kesehatan
- 30 Sep 2026 10:47 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Pernah merasa sulit berkonsentrasi setelah tidur larut malam? Atau merasa lebih mudah mengingat pelajaran setelah mendapatkan tidur yang cukup? Hal tersebut berkaitan dengan aktivitas otak yang tetap berlangsung ketika kita tertidur.
Menurut laman American Academy of Sleep Medicine tidur bukan sekadar waktu untuk memejamkan mata dan mengistirahatkan tubuh. Saat kita tidur, otak tetap aktif menjalankan berbagai proses penting, mulai dari mengatur ingatan, memproses informasi, hingga membantu menjaga fungsi tubuh.
Lalu, apa sebenarnya yang terjadi di dalam otak ketika kita tidur? Mengapa tidur yang cukup penting bagi kemampuan belajar, suasana hati, dan kesehatan otak? Mari kita bahas berdasarkan pengetahuan ilmiah.
1. Tahapan tidur dan aktivitas otak
Secara umum, tidur terdiri atas dua jenis utama, yaitu non-REM dan REM (rapid eye movement). Kedua jenis tidur ini berlangsung bergantian dalam beberapa siklus sepanjang malam. Setiap tahap memiliki pola aktivitas otak dan fungsi yang berbeda.
Tidur non-REM
Pada tahap awal, tubuh mulai rileks dan aktivitas otak berangsur melambat. Selanjutnya, tidur menjadi lebih dalam. Tahap tidur dalam berperan dalam pemulihan tubuh, sedangkan berbagai tahap non-REM juga terlibat dalam proses belajar dan pembentukan ingatan.
| Baca juga: Ini Tanda Tubuh Kamu Butuh Istirahat |
Tidur REM
Pada tahap ini, aktivitas otak meningkat dan mimpi yang terasa jelas lebih sering terjadi. REM juga berkaitan dengan proses memori dan pengolahan emosi. Walaupun aktivitas otak meningkat, otot-otot tubuh sebagian besar berada dalam keadaan relaksasi sementara.
2. Otak membantu memperkuat ingatan
Salah satu fungsi penting tidur adalah mendukung proses konsolidasi memori, yaitu proses menstabilkan dan memperkuat ingatan yang terbentuk ketika kita terjaga.
Misalnya, setelah belajar materi baru, tidur membantu otak memproses informasi tersebut dan menghubungkannya dengan pengetahuan yang sudah dimiliki. Karena itu, tidur yang cukup menjadi bagian penting dari kebiasaan belajar yang sehat.
3. Tidur berkaitan dengan pengaturan emosi
Tidur juga berhubungan dengan cara kita merespons situasi dan mengelola perasaan. Ketika seseorang kurang tidur, ia dapat mengalami kesulitan berkonsentrasi, mengambil keputusan, atau mengendalikan respons emosional.
Dengan demikian, menjaga kualitas tidur bukan hanya penting untuk tubuh, tetapi juga mendukung kesejahteraan emosional dan kemampuan beraktivitas sehari-hari.
4. Apa dampaknya jika kita sering kurang tidur?
Kurang tidur dapat memengaruhi fungsi otak dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Beberapa dampak yang dapat muncul antara lain:
- Sulit berkonsentrasi dan mempertahankan perhatian.
- Lebih mudah lupa terhadap informasi yang baru dipelajari.
- Respons menjadi lebih lambat dan kesalahan saat mengerjakan tugas dapat meningkat.
- Lebih sulit mengatur suasana hati dan menghadapi tekanan.
- Jika berlangsung terus-menerus, kekurangan tidur dapat berkaitan dengan peningkatan risiko sejumlah masalah kesehatan.
Dampaknya dapat berbeda pada setiap orang, bergantung pada usia, durasi kekurangan tidur, dan kondisi kesehatan masing-masing.
5. Berapa lama waktu tidur yang dibutuhkan remaja?
Menurut rekomendasi yang dirangkum CDC dan American Academy of Sleep Medicine, kebutuhan tidur berbeda berdasarkan usia.
REKOMENDASI DURASI TIDUR
8–10 jam
Setiap 24 jam
Untuk remaja berusia 13–18 tahun.
Agar tidur lebih teratur, beberapa kebiasaan berikut dapat dicoba:
- Usahakan tidur dan bangun pada waktu yang relatif konsisten.
- Kurangi penggunaan ponsel atau perangkat elektronik menjelang waktu tidur.
- Ciptakan suasana kamar yang nyaman, tenang, dan tidak terlalu terang.
- Hindari kebiasaan menunda waktu tidur demi bermain gim atau menonton hingga larut malam.
- Jika kesulitan tidur berlangsung terus-menerus dan mengganggu aktivitas, bicarakan dengan orang tua atau tenaga kesehatan.
Kesimpulan
Tidur merupakan bagian penting dari kesehatan otak. Ketika kita tertidur, otak tidak sepenuhnya berhenti bekerja. Otak melewati berbagai tahap tidur yang mendukung pembentukan ingatan, proses belajar, pengaturan emosi, dan pemulihan tubuh.
Bagi remaja, tidur yang cukup juga mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan. Karena itu, tidur sebaiknya tidak dianggap sebagai waktu yang terbuang, melainkan sebagai bagian penting dari keseharian yang membantu kita belajar, berpikir, dan menjalani aktivitas dengan lebih baik.
Pesan utama: menjaga kesehatan otak tidak hanya tentang belajar lebih lama, tetapi juga memberikan tubuh dan otak waktu tidur yang cukup dan berkualitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....