Tips Menjaga Kesehatan saat Udara Malam Dingin
- 27 Agt 2026 17:07 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Udara malam yang dingin dapat membuat tubuh harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu tubuh. Bagi sebagian orang, terutama anak-anak, lansia, dan orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, paparan udara dingin dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Kementerian Kesehatan RI juga menyarankan masyarakat untuk mengenakan pakaian yang hangat, menjaga asupan makanan, serta memperhatikan kebersihan ketika menghadapi cuaca dingin.
Agar tetap sehat dan nyaman ketika suhu udara menurun pada malam hari, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan.
1. Gunakan Pakaian yang Hangat
Gunakan pakaian yang dapat membantu mempertahankan panas tubuh, terutama ketika berada di luar rumah pada malam hari. Pakaian berlapis dapat menjadi pilihan karena memungkinkan tubuh menyesuaikan tingkat kehangatan sesuai kondisi.
Jika pakaian terkena hujan atau menjadi basah karena keringat, segera ganti dengan pakaian yang kering. WHO menyarankan untuk menggunakan beberapa lapisan pakaian dan mengganti pakaian basah dengan pakaian kering ketika berada dalam kondisi dingin.
2. Jaga Tubuh Tetap Kering
Udara dingin akan terasa semakin tidak nyaman ketika tubuh dalam kondisi basah. Oleh karena itu, gunakan jaket atau pakaian pelindung ketika keluar rumah dan segera keringkan tubuh jika terkena hujan.
CDC menjelaskan bahwa paparan dingin yang disertai kondisi basah dapat meningkatkan risiko penurunan suhu tubuh atau hipotermia.
3. Konsumsi Makanan Bergizi
Tubuh membutuhkan energi untuk menjalankan berbagai fungsi, termasuk mempertahankan suhu tubuh. Oleh sebab itu, tetaplah mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang.
Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin, mineral, serta sumber lemak sehat dalam jumlah yang sesuai. Jangan melewatkan waktu makan, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan dalam kondisi dingin.
4. Tetap Penuhi Kebutuhan Cairan
Meskipun rasa haus mungkin tidak sebesar ketika cuaca panas, tubuh tetap membutuhkan cairan. Pastikan kebutuhan air tercukupi sepanjang hari.
Minuman hangat tanpa alkohol dapat menjadi pilihan untuk membantu memberikan rasa nyaman ketika udara dingin. WHO juga menyebutkan bahwa minuman hangat dapat diberikan dalam penanganan awal seseorang yang mengalami hipotermia selama orang tersebut sadar dan dapat minum.
5. Batasi Aktivitas di Luar Rumah Jika Terlalu Dingin
Jika suhu malam terasa sangat rendah, batasi waktu berada di luar rumah. Bila tidak ada keperluan mendesak, beristirahatlah di tempat yang terlindung dari angin dan udara dingin.
Untuk orang yang harus bekerja atau beraktivitas di luar pada malam hari, usahakan memiliki tempat untuk menghangatkan tubuh secara berkala. CDC menyarankan untuk membatasi paparan terhadap kondisi dingin dan memperhatikan tanda-tanda gangguan kesehatan akibat udara dingin.
6. Jaga Suhu dan Kenyamanan Kamar Saat Tidur
Pastikan kamar tidur tidak terlalu dingin. Gunakan selimut atau pakaian tidur yang sesuai dengan kondisi suhu.
Namun, pastikan juga alat pemanas atau sumber panas digunakan secara aman. Jangan menggunakan peralatan yang menghasilkan asap atau gas berbahaya di ruangan tertutup tanpa ventilasi yang memadai.
7. Perhatikan Anak-Anak dan Lansia
Anak-anak dan lansia perlu mendapatkan perhatian lebih ketika udara malam menjadi dingin. Pastikan mereka menggunakan pakaian yang sesuai dan berada di lingkungan yang nyaman serta terlindung dari paparan udara dingin berlebihan.
CDC mencatat bahwa bayi dan lansia termasuk kelompok yang lebih berisiko mengalami hipotermia ketika terpapar suhu dingin.
8. Tetap Jaga Kebersihan dan Kesehatan
Perubahan cuaca dapat membuat tubuh harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang berbeda. Kementerian Kesehatan RI menyarankan masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan, memperhatikan asupan makanan, dan menjaga kondisi tubuh ketika menghadapi perubahan cuaca.
Selain itu, WHO Indonesia menjelaskan bahwa influenza dapat terjadi sepanjang tahun di negara tropis dan subtropis, sehingga menjaga kesehatan dan menerapkan kebiasaan pencegahan tetap penting meskipun udara malam sedang dingin.
9. Kenali Tanda-Tanda Hipotermia
Udara dingin umumnya tidak langsung menyebabkan hipotermia. Namun, paparan dingin dalam waktu lama, terutama ketika tubuh basah, dapat menyebabkan suhu tubuh turun secara berbahaya.
Beberapa tanda hipotermia yang perlu diperhatikan antara lain:
Menggigil.
Tubuh terasa sangat lelah.
Kebingungan atau sulit berpikir.
Gerakan tangan menjadi tidak terkoordinasi.
Mengantuk.
Bicara menjadi tidak jelas.
CDC menyatakan bahwa hipotermia merupakan kondisi yang berbahaya dan memerlukan pertolongan medis.
Jika seseorang menunjukkan tanda-tanda hipotermia, pindahkan ke tempat yang hangat, lepaskan pakaian yang basah, dan hangatkan bagian tengah tubuh secara perlahan. Jangan memberikan minuman beralkohol. Jika kondisinya berat atau orang tersebut tidak sadar, segera cari bantuan medis.
Udara malam yang dingin perlu dihadapi dengan menjaga tubuh tetap hangat, kering, dan cukup mendapatkan asupan makanan serta cairan. Menggunakan pakaian yang sesuai, membatasi paparan udara dingin, menjaga kondisi kamar, serta memperhatikan anak-anak dan lansia merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan sehari-hari.
Masyarakat juga perlu mengenali tanda-tanda hipotermia agar dapat segera memberikan pertolongan apabila terjadi paparan dingin yang berlebihan. Dengan menjaga kondisi tubuh dan lingkungan, aktivitas pada malam hari dapat tetap dilakukan dengan lebih aman dan nyaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....