Tak Hanya ASI Booster, Ini Faktor Penting Produksi ASI
- 18 Agt 2026 12:52 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Produksi Air Susu Ibu (ASI) tidak hanya ditentukan oleh konsumsi vitamin atau suplemen penambah ASI. Frekuensi bayi menyusu dan kondisi ibu juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan untuk membantu mempertahankan produksi ASI.
Dokter Spesialis Anak sekaligus Konselor Menyusui, dr. Diah Ayu Pitaloka, M.Ked.Klin., Sp.A, mengatakan rangsangan langsung dari bayi melalui proses menyusu berperan penting dalam merangsang produksi ASI.
Menurut Diah, semakin sering bayi menyusu, semakin banyak rangsangan yang diterima tubuh ibu untuk memproduksi ASI. Sebaliknya, apabila ibu jarang memberikan ASI, produksi dapat berkurang secara bertahap.
“Perbanyak stimulannya, ada rangsangan yaitu kenyotan dari bayi. Jadi jika ibu tidak rajin memberikan ASI ke bayi, maka akan berkurang dengan sendirinya,” kata Diah.
Karena itu, ibu tidak seharusnya langsung mengandalkan produk ASI booster ketika merasa produksi ASI kurang. Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah frekuensi pemberian ASI dan memastikan proses menyusui berlangsung dengan baik.
Selain rangsangan menyusu, kondisi psikologis ibu juga perlu diperhatikan. Diah menjelaskan stres dan perubahan suasana hati dapat memengaruhi hormon yang berkaitan dengan proses menyusui. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan ibu menyusui membutuhkan lingkungan yang membuatnya merasa nyaman.
“Produksi ASI dipengaruhi hormon. Apalagi ibu-ibu mengalami moodswing. Itulah mengapa ibu menyusui harus bahagia,” jelasnya.
Sementara itu, vitamin atau suplemen dapat diberikan apabila ibu memang membutuhkannya, misalnya ketika asupan makanan tidak mencukupi. Namun, penggunaan ASI booster perlu diperhatikan karena setiap produk memiliki komposisi yang berbeda.
Diah menyarankan ibu tidak memilih produk penambah ASI secara sembarangan. Kebutuhan dan kondisi setiap ibu berbeda sehingga pemilihan suplemen sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan, termasuk konselor menyusui.
“Lebih baik konseling dengan dokter atau tenaga kesehatan, yaitu konselor menyusui, sehingga bisa diberikan rekomendasi ASI booster yang baik untuk ibu,” ujarnya.
Dengan demikian, upaya menjaga produksi ASI sebaiknya dimulai dari proses menyusui yang optimal dan pemenuhan kebutuhan ibu. Suplemen dapat menjadi pendukung bila memang diperlukan, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan produksi ASI.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....