Kapan Harus ke Psikolog? Kenali Tanda Kesehatan Mental Terganggu
- 01 Agt 2026 13:51 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Masih adanya stigma bahwa seseorang yang datang ke psikolog berarti mengalami gangguan jiwa menjadi salah satu alasan sebagian masyarakat enggan mencari bantuan profesional. Padahal, berkonsultasi dengan psikolog dapat menjadi langkah untuk memahami kondisi diri dan mendapatkan dukungan ketika masalah kesehatan mental mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.
Psikolog Rohayanti Pellupesi, S.Psi., M.Psi., mengatakan seseorang perlu mempertimbangkan konsultasi ketika keluhan atau tanda-tanda gangguan kesehatan mental berlangsung kurang lebih dua minggu, terlebih jika kondisi tersebut mulai mengganggu produktivitas dan aktivitas sehari-hari.
“Ketika keluhan atau tanda-tanda itu kurang lebih sudah dua minggu, silakan berkonsultasi. Kalau sudah mengganggu produktivitas, kita bisa melakukan konsultasi,” jelas Rohayanti.
Ia menekankan, keluarga dan lingkungan terdekat memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental seseorang. Keluarga menjadi salah satu faktor utama sehingga komunikasi yang baik perlu dibangun. Ketika menemukan seseorang yang sedang mengalami masalah, masyarakat diharapkan tidak memberikan stigma atau menghakimi, melainkan berusaha mendengarkan dan memberikan dukungan.
Rohayanti mengatakan seseorang yang sedang mengalami stres berat terkadang tidak selalu membutuhkan solusi. Ada kalanya mereka hanya membutuhkan seseorang yang bersedia mendengarkan cerita dan menjadi tempat untuk berbagi.
Karena itu, masyarakat perlu menghindari ucapan yang meremehkan masalah, menyalahkan, atau meminta seseorang untuk sekadar “berpikir positif” tanpa memahami kondisi yang sedang dihadapinya.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengenali diri sendiri dan tidak takut bercerita kepada orang yang dipercaya. Jika tidak menemukan orang yang tepat untuk menjadi tempat bercerita, bantuan profesional seperti psikolog dapat menjadi pilihan.
“Ketika tubuh kita sakit, kita tidak ragu untuk pergi ke dokter. Saya berharap begitu juga dengan pikiran dan mental kita. Kita bisa mengenali diri kita, jangan takut bercerita kepada orang yang dipercaya. Kalau tidak menemukan orang yang dipercaya, bisa datang ke psikolog,” tuturnya.
Menurut Rohayanti, self-care dan me time juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kestabilan emosi dan kondisi psikis. Hal tersebut tidak harus dilakukan dengan cara yang mahal, tetapi dapat dimulai dari hal sederhana seperti beristirahat sejenak, duduk sendiri, berkumpul bersama teman, melakukan afirmasi positif, atau latihan pernapasan untuk membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih tenang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....