Penerapan ILP Fokus Tangani Kesehatan Berdasarkan Kelompok Usia

  • 30 Jul 2026 14:34 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak terus mendorong penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) di sejumlah puskesmas melalui sosialisasi dan pendampingan. Upaya tersebut dilakukan agar tenaga kesehatan dapat memahami konsep pelayanan berbasis siklus hidup dan mampu menerapkannya dalam pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Sri Astuti Wihel, mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi ILP di sejumlah puskesmas di wilayah Fakfak. Sosialisasi tersebut juga dilanjutkan dengan pendampingan untuk memastikan pelaksanaan ILP dapat berjalan sesuai konsep yang ditetapkan.

“Untuk di Fakfak sendiri, kami sudah melakukan sosialisasi. Kalau tahun lalu, dari lima sosialisasi pendampingan sampai dengan pendampingan kurang lebih tiga kali di lima puskesmas,” kata Sri Astuti Wihel.

Ia menyebutkan, beberapa puskesmas yang telah melaksanakan penerapan ILP di antaranya Puskesmas Sekban, Puskesmas Fakfak Kota, Puskesmas Fakfak Tengah, dan Puskesmas Werba. Menurutnya, Puskesmas Sekban menjadi salah satu puskesmas yang terlebih dahulu melaksanakan penerapan ILP di Kabupaten Fakfak, kemudian disusul Puskesmas Fakfak Kota.

Sri menjelaskan, penerapan ILP membutuhkan proses dan waktu karena perubahan yang dilakukan bukan sekadar mengganti nama ruangan pelayanan. Perubahan tersebut mencakup alur pelayanan di dalam setiap kluster agar pelayanan kesehatan benar-benar disesuaikan dengan kelompok usia pasien.

“Karena bukan cuma sekadar ruangan yang diganti-ganti namanya, tetapi alur pelayanannya di dalam ruangan itu sendiri, di kluster itu juga,” jelasnya. Ia menambahkan, jika sebelumnya masyarakat datang berdasarkan poli, kini pelayanan diarahkan berdasarkan kluster sesuai kelompok usia.

Dalam penerapan ILP, kluster 2 difokuskan untuk kelompok usia anak hingga remaja, termasuk pelayanan bagi ibu hamil. Sementara kluster 3 melayani kelompok dewasa dan lanjut usia, sedangkan kluster 4 berfungsi sebagai layanan rujukan dari kluster 2 dan 3 serta berkoordinasi dengan lintas kluster sesuai kebutuhan pasien.

Sri Astuti menilai sistem tersebut akan membuat pelayanan kesehatan menjadi lebih fokus dalam menangani berbagai persoalan kesehatan masyarakat. “Jadi ini fokus pada usia, sehingga diharapkan penyelesaian masalah kesehatan bisa lebih fokus, jadi bisa lebih cepat kami menyelesaikan masalah-masalah kesehatan. Kalau dulu secara umum, sekarang sudah terfokus pada usia,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....