Dokter Ingatkan Stunting Tak Hanya Dipicu Kurang Makan
- 17 Jul 2026 18:02 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Stunting tidak hanya disebabkan oleh kurangnya asupan makanan, tetapi juga dipengaruhi berbagai faktor kesehatan, terutama penyakit infeksi yang berulang. Hal tersebut disampaikan Dokter Spesialis Anak RSUD Fakfak, dr. Diah Ayu Pitaloka, M.Ked.Klin., Sp.A, dalam program Indonesia Sehat yang disiarkan RRI Pro 1 Fakfak.
Menurut dr. Diah, masih banyak masyarakat yang menganggap stunting semata-mata terjadi karena anak kurang makan. Padahal, penyebabnya jauh lebih kompleks, mulai dari infeksi berulang, sanitasi yang buruk, kurangnya imunisasi, hingga pola asuh yang belum optimal.
| Baca juga: Mengapa Badan Terasa Kaku saat Bangun Tidur? |
"Stunting bukan hanya karena kurang makan. Penyebabnya juga meliputi penyakit infeksi berulang, sanitasi yang buruk, kurangnya imunisasi, dan pola asuh yang belum optimal. Anak yang sering sakit akan sulit tumbuh meskipun makan cukup," jelas dr. Diah.
Ia menerangkan, ketika anak mengalami infeksi, tubuh membutuhkan energi lebih besar untuk melawan penyakit. Kondisi tersebut menyebabkan nafsu makan menurun, penyerapan zat gizi terganggu, serta terjadi peradangan yang dapat menghambat pertumbuhan apabila berlangsung berulang.
Beberapa penyakit yang sering berkaitan dengan stunting di antaranya diare berulang, pneumonia, tuberkulosis (TB), infeksi cacing, campak, malaria di daerah endemis, hingga infeksi telinga yang berkepanjangan. Diare yang berulang juga dapat menyebabkan kehilangan cairan dan zat gizi sehingga mengganggu pertumbuhan berat maupun tinggi badan anak.
Khusus untuk TB pada anak, dr. Diah mengingatkan masyarakat agar waspada apabila anak mengalami batuk lama, demam berkepanjangan, berat badan sulit naik, atau memiliki riwayat kontak dengan penderita TB. Kondisi tersebut perlu segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan.
Ia menambahkan, imunisasi memiliki peran penting dalam mencegah stunting karena mampu melindungi anak dari berbagai penyakit infeksi. Orang tua juga dianjurkan memberikan ASI eksklusif, MPASI bergizi, menjaga kebersihan lingkungan, serta rutin memantau pertumbuhan anak di Posyandu atau Puskesmas.
"Mari ubah cara pandang, stunting bukan hanya masalah makanan, tetapi juga masalah kesehatan. Cegah penyakit infeksi, lengkapi imunisasi, dan pantau pertumbuhan anak secara rutin agar anak tumbuh sehat, cerdas, dan optimal," tutup dr. Diah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....