Skrining Kesehatan sejak Dini Cegah Risiko Penyakit Kronis

  • 10 Jul 2026 17:07 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM) melalui kegiatan skrining kesehatan bagi masyarakat, mulai dari usia sekolah hingga kelompok dewasa dan lanjut usia (lansia).

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Matelda Rumatora, mengatakan skrining PTM dilakukan secara menyeluruh dengan menyesuaikan kelompok usia dan faktor risiko yang dimiliki masyarakat.

“Banyak sekali menu-menunya kalau bicara tentang penyakit. Kalau saya bicara tentang dewasa lansia saja, sebenarnya di sekolah juga kami melakukan screening untuk penyakit tidak menular,” ujar Matelda.

Ia menjelaskan, untuk anak usia sekolah 7 hingga 17 tahun, pemeriksaan difokuskan pada sejumlah faktor risiko seperti kebiasaan merokok, tekanan darah, kadar gula darah, kesehatan mata, telinga, serta pemeriksaan gigi dan mulut.

“Anak usia 7-17 tahun, screening penyakit tidak menular itu seperti merokok, kemudian tekanan darah, kami juga periksa gula darah, mata, telinga, gigi dan mulut. Itu termasuk dalam penyakit tidak menular,” jelasnya.

Sementara untuk kelompok dewasa hingga lansia, kata Matelda, pemeriksaan mencakup berbagai risiko penyakit kronis, mulai dari penyakit kardiovaskuler, stroke, diabetes, gangguan paru, hingga berbagai jenis kanker.

“Untuk dewasa lansia itu banyak lagi, seperti golongan kardiovaskuler. Faktor risikonya merokok, aktivitas fisik, status gizi, tekanan darah, gula darah, risiko stroke, penyakit jantung, paru, dan macam-macam kanker masuk semua,” ungkapnya.

Matelda menambahkan, ke depan pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas akan mengedepankan konsep Integrasi Pelayanan Primer (IPP) dengan pembagian layanan berdasarkan lima klaster pelayanan.

“Di dalam pelayanan primer itu dibagi per klaster. Ada lima klaster, yaitu klaster manajemen, ibu dan anak, dewasa sampai lansia, penyakit infeksi dan lingkungan, serta lintas program,” katanya.

Menurutnya, melalui sistem tersebut masyarakat yang datang mendapatkan layanan kesehatan, termasuk program cek kesehatan gratis, akan dilakukan pemeriksaan hingga penanganan sesuai dengan keluhan dan kondisi yang ditemukan.

“Ketika dilakukan cek kesehatan gratis, itu akan ditata laksana sampai tuntas apa menjadi keluhannya. Jadi ketika pulang, kami harapkan mereka sudah puas mendapatkan pelayanan dari teman-teman di Puskesmas,” tutup Matelda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....