Kenali Penyebab dan Penanganan Sleepwalking

  • 30 Jun 2026 15:53 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID,Fakfak- Sleepwalking atau berjalan saat tidur adalah gangguan tidur yang membuat seseorang melakukan aktivitas seperti berjalan, duduk, berbicara, atau bahkan melakukan tindakan yang lebih kompleks saat masih dalam keadaan tidur. Kondisi ini paling sering terjadi pada anak-anak, tetapi juga dapat dialami oleh orang dewasa,demikian di kutip Indozone.Id.

Apa Itu Sleepwalking?

Sleepwalking, yang dalam dunia medis disebut somnambulisme, biasanya terjadi pada fase tidur nyenyak (non-REM). Saat mengalami sleepwalking, seseorang tampak terjaga karena matanya bisa terbuka dan ia dapat bergerak, tetapi sebenarnya otaknya masih berada dalam kondisi tidur.

Episode sleepwalking dapat berlangsung beberapa detik hingga lebih dari 30 menit. Setelahnya, penderita umumnya tidak mengingat kejadian tersebut.

Penyebab Sleepwalking

Penyebab pasti sleepwalking belum sepenuhnya diketahui, tetapi beberapa faktor dapat meningkatkan risikonya, antara lain:

1. Kurang Tidur

Kelelahan dan kurang tidur dapat mengganggu pola tidur normal dan memicu episode sleepwalking.

2. Stres dan Kecemasan

Tekanan emosional, stres berkepanjangan, atau kecemasan dapat meningkatkan kemungkinan seseorang berjalan saat tidur.

3. Faktor Genetik

Sleepwalking cenderung lebih sering terjadi pada orang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat gangguan serupa.

4. Demam atau Sakit

Pada anak-anak, demam tinggi dapat memicu episode sleepwalking.

5. Gangguan Tidur Lain

Beberapa gangguan tidur seperti Sleep Apnea atau sindrom kaki gelisah dapat meningkatkan risiko sleepwalking.

6. Penggunaan Obat Tertentu

Obat penenang, obat tidur, atau beberapa jenis obat psikiatri dapat memengaruhi siklus tidur dan memicu sleepwalking pada sebagian orang.

Gejala Sleepwalking

Beberapa tanda yang dapat muncul saat seseorang mengalami sleepwalking meliputi:

  • Bangun dari tempat tidur dan berjalan saat tidur.
  • Tatapan kosong atau mata terbuka tanpa respons normal.
  • Sulit dibangunkan.
  • Berbicara atau bergumam saat tidur.
  • Melakukan aktivitas sederhana seperti berpindah ruangan.
  • Bingung atau disorientasi ketika terbangun.

Risiko dan Komplikasi

Meskipun sering kali tidak berbahaya, sleepwalking dapat meningkatkan risiko:

  • Terjatuh dan mengalami cedera.
  • Keluar rumah tanpa sadar.
  • Menabrak benda di sekitar.
  • Mengganggu kualitas tidur dan aktivitas sehari-hari.

Cara Menangani Sleepwalking

1. Cukupi Kebutuhan Tidur

Tidur yang cukup dan teratur merupakan langkah penting untuk mengurangi frekuensi sleepwalking.

2. Kelola Stres

Teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau olahraga ringan dapat membantu mengurangi stres.

3. Ciptakan Lingkungan yang Aman

Untuk mencegah cedera:

  • Kunci pintu dan jendela jika diperlukan.
  • Singkirkan benda tajam atau berbahaya.
  • Pasang pagar pengaman pada tangga.

4. Jangan Membangunkan Secara Paksa

Jika menemukan seseorang sedang sleepwalking, arahkan dengan lembut kembali ke tempat tidur. Membangunkannya secara tiba-tiba dapat menyebabkan kebingungan atau ketakutan.

5. Konsultasi ke Dokter

Jika sleepwalking:

  • Terjadi sering.
  • Menyebabkan cedera.
  • Muncul pertama kali saat dewasa.
  • Mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dokter dapat melakukan evaluasi untuk mencari penyebab yang mendasari dan menentukan apakah diperlukan terapi atau pengobatan.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?

Segera konsultasikan ke tenaga kesehatan jika sleepwalking:

  • Terjadi lebih dari satu atau dua kali per minggu.
  • Menimbulkan perilaku berbahaya.
  • Disertai gejala gangguan tidur lainnya.
  • Menyebabkan kantuk berlebihan di siang hari.

Sleepwalking adalah gangguan tidur yang menyebabkan seseorang melakukan aktivitas saat masih tertidur. Kondisi ini dapat dipicu oleh kurang tidur, stres, faktor genetik, atau gangguan tidur lainnya. Sebagian besar kasus dapat ditangani dengan memperbaiki kualitas tidur dan menciptakan lingkungan yang aman. Namun, jika sering terjadi atau berisiko menimbulkan cedera, pemeriksaan medis sangat dianjurkan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....