Dokter Soroti Risiko Penyakit akibat Minuman Berpemanis Berlebih
- 05 Jun 2026 11:54 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Meningkatnya konsumsi Minuman Berpemanis dalam Kemasan (MBDK) di kalangan anak-anak di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, menjadi perhatian tenaga kesehatan. Kemudahan akses terhadap berbagai jenis minuman manis dinilai berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan sejak usia dini.
Dokter Spesialis Gizi Klinik, Diana, mengatakan kebiasaan mengonsumsi minuman manis di Indonesia saat ini terus mengalami peningkatan dan telah menjadi perhatian serius pemerintah. Menurutnya, pola konsumsi tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya kasus penyakit metabolik di masyarakat.
"Kebiasaan minum manis secara umum di Indonesia saat ini tercatat meningkat dan menjadi perhatian serius pemerintah untuk menekan angka penyakit metabolik akibat gula," ujar Diana.
Ia menjelaskan, pemerintah saat ini tengah mematangkan kebijakan pengenaan cukai terhadap Minuman Berpemanis dalam Kemasan sebagai salah satu upaya mengendalikan konsumsi gula berlebih. Namun demikian, peran keluarga terutama orang tua tetap menjadi faktor utama dalam membentuk kebiasaan konsumsi yang sehat pada anak.
Diana mengimbau para orang tua agar tidak selalu menuruti keinginan anak membeli minuman manis yang banyak dijual di toko maupun warung. Sebaliknya, orang tua perlu membiasakan anak mengonsumsi air putih serta memperhatikan kandungan gizi yang tercantum pada setiap kemasan produk.
"Sebagai panduan mengelola asupan harian, para orang tua harus selalu periksa takaran Informasi Nilai Gizi (ING) pada label kemasan," katanya.
Ia mengungkapkan sejumlah minuman populer memiliki kandungan gula yang cukup tinggi. Minuman berkarbonasi dapat mengandung gula hingga 27 gram, minuman manis dalam cup plastik sekitar 13 gram, teh kemasan botol mencapai 18 gram, sementara minuman kekinian seperti boba juga mengandung gula dalam jumlah besar. Diana mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam mengonsumsi minuman tersebut guna mencegah penyakit seperti diabetes, gangguan ginjal, dan berbagai masalah kesehatan lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....