Kasus HIV Fakfak Bertambah Upaya Pencegahan Ditingkatkan

  • 02 Mei 2026 15:45 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak, - PusPuskesmaskesmas Fakfak Kota mencatat perkembangan terbaru kasus HIV di wilayahnya dengan total kumulatif mencapai 156 kasus sejak 2008 hingga April 2026. Data ini menunjukkan adanya dinamika penularan yang masih terjadi, sekaligus menjadi perhatian serius bagi tenaga kesehatan setempat dalam memperkuat upaya penanganan dan pencegahan.

Dokter Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Puskesmas Fakfak Kota, dr Irma Sari Batubara, mengungkapkan bahwa dari total kasus tersebut, sebanyak 40 orang saat ini aktif menjalani terapi antiretroviral (ARV). Terapi ini penting untuk menekan jumlah virus dalam tubuh serta meningkatkan kualitas hidup pasien.

“Sejak awal pendeteksian hingga kini, total kasus HIV mencapai 156 orang. Yang sedang menjalani terapi ARV ada 40 orang,” ujar dr Irma saat memberikan keterangan.

Ia menambahkan, dalam periode Januari hingga April 2026, pihaknya kembali menemukan enam kasus baru. Temuan ini terdiri dari satu ibu hamil, dua orang dari kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL), serta tiga kasus dari pasangan populasi umum.

“Rinciannya, satu ibu hamil, dua dari kelompok LSL, serta tiga dari pasangan populasi umum,” jelasnya. Menurut dr Irma, penambahan kasus baru tersebut menjadi indikator bahwa upaya mencapai target global Ending AIDS 2030 masih membutuhkan kerja keras dan kolaborasi semua pihak.

Target tersebut mencakup tidak adanya infeksi baru, kematian akibat AIDS, serta penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV. Sebagai respons, Puskesmas Fakfak Kota terus menggencarkan langkah pencegahan melalui berbagai program, seperti mobile visit atau jemput bola ke kelompok berisiko tinggi, penyediaan layanan konseling dan tes HIV melalui klinik VCT, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.

“Kami melakukan penyuluhan kepada ibu hamil, remaja, hingga siswa SMP dan SMA agar mereka mendapat informasi penting tentang HIV dan AIDS,” kata dr Irma. Selain itu, pemeriksaan rutin bagi ibu hamil tetap dilakukan melalui program triple eliminasi yang mencakup deteksi HIV, sifilis, dan hepatitis. Langkah ini dinilai efektif untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi sejak dini.

“Dengan pemeriksaan dini, status kesehatan ibu bisa diketahui sehingga penularan ke bayi dapat dicegah,” jelasnya.

Di akhir keterangannya, dr Irma mengingatkan masyarakat Fakfak agar lebih waspada terhadap perilaku berisiko yang dapat meningkatkan penularan HIV. Ia menekankan pentingnya kesadaran individu sebagai kunci utama dalam memutus rantai penyebaran. “Mari berpikir berkali-kali sebelum melakukan perilaku berisiko, karena pencegahan adalah langkah terbaik,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....